Leeds Siap Pecahkan Rekor Transfer Demi Bek 43 Juta Pound yang Bisa Jadi Andalan Ampadu
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan mengincar bek Sporting CP, Ousmane Diomande, dengan banderol 43 juta pound—angka yang bakal memecahkan rekor transfer klub.
- Kapten anyar Leeds, Ethan Ampadu, disebut akan diuntungkan secara taktis jika Diomande datang, karena kemampuannya membawa bola dari lini belakang.
- Sporting bersedia melepas Diomande dengan syarat klub peminat membayar penuh klausul rilis, dan pemain berusia 22 tahun itu menginginkan pindah ke Premier League.

Leeds United tengah menyiapkan langkah ambisius di bursa transfer musim panas ini dengan membidik bek tengah Sporting CP, Ousmane Diomande, yang dibanderol 43 juta pound sterling—angka yang akan memecahkan rekor transfer klub asal Yorkshire tersebut. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Leeds tidak hanya berniat mempertahankan pemain bintangnya, tetapi juga serius memperkuat skuad demi bersaing di papan atas Premier League musim depan.
Menurut laporan media Pantai Gading, 225Foot, Leeds sudah menyatakan ketertarikan resmi kepada Sporting dan ingin menyelesaikan kesepakatan secepat mungkin untuk mengantisipasi serbuan klub lain. Diomande, yang baru berusia 22 tahun, disebut-sebut sebagai prioritas utama manajer Daniel Farke setelah sukses mempertahankan kapten tim Ethan Ampadu dengan kontrak baru berdurasi empat tahun.
Keputusan Leeds menolak tawaran klub-klub Premier League yang lebih mapan untuk Ampadu menunjukkan perubahan strategi. Sebelumnya, Leeds kerap menjual pemain andalannya—seperti Kalvin Phillips ke Manchester City dan Raphinha ke Barcelona—setelah terdegradasi. Kini, mereka lebih memilih membangun skuad di sekitar pemain kunci ketimbang meraup keuntungan jangka pendek.
Dari sisi taktis, kehadiran Diomande diproyeksikan akan menjadi katalis bagi permainan Ampadu. Sang kapten Leeds yang beroperasi sebagai gelandang bertahan akan mendapatkan suplai bola lebih baik dari lini belakang. Diomande dikenal sebagai bek yang nyaman membawa bola keluar dari tekanan dan mampu memberikan umpan-umpan terobosan ke lini tengah—kemampuan yang jarang dimiliki Joe Rodon, bek tengah utama Leeds saat ini.
Statistik musim lalu menunjukkan Diomande memenangi rata-rata 4,3 duel per laga, unggul tipis dari Rodon yang mencatat 4,0 duel per pertandingan di Premier League. Jurnalis Kevin Fernandes bahkan pernah menjulukinya sebagai bek "dominan" setelah melihat penampilannya di Liga Portugal. Meski sempat terganggu cedera otot dan partisipasi di Piala Afrika, Diomande tetap konsisten saat dimainkan.
Bagi Leeds, merekrut Diomande bukan sekadar pembelian mahal, melainkan pernyataan bahwa klub tidak ingin lagi menjadi pemasok pemain untuk tim besar. Dengan fondasi Ampadu di lini tengah dan potensi duet Diomande-Rodon di jantung pertahanan, Leeds berharap bisa menembus posisi yang lebih tinggi dari peringkat ke-11 musim lalu.
Pertanyaan yang tersisa: apakah Leeds benar-benar bersedia mengeluarkan dana 43 juta pound—atau akan ada negosiasi panjang dengan Sporting yang dikenal keras dalam urusan transfer? Jika kesepakatan terwujud, Diomande bisa menjadi talenta terbesar Leeds sejak Raphinha berseragam putih.



