Tottenham Borong Pemain: Savinho dan Van Hecke Satu Langkah Lagi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan winger Manchester City, Savinho, senilai £50 juta.
- Klub London utara itu juga hampir menuntaskan transfer bek Brighton, Jan Paul van Hecke, dengan tawaran £45 juta plus bonus.
- Langkah agresif ini merupakan respons atas kegagalan Spurs di bursa transfer musim panas lalu yang menghambat performa tim.

Tottenham Hotspur bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Setelah mengamankan Andy Robertson dan Marcos Senesi secara gratis, klub asal London utara itu dikabarkan telah menyetujui persyaratan personal dengan winger Manchester City, Savinho, senilai £50 juta. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Spurs tak ingin mengulangi kesalahan musim lalu yang berujung pada kegagalan mendatangkan target utama.
Menurut laporan dari Eropa, kesepakatan personal dengan Savinho sudah mencapai tahap prinsip. Pemain Brasil berusia 22 tahun itu disebut-sebut tertarik pindah ke Tottenham dan telah menyetujui kontrak berdurasi lima tahun. Manchester City pun tak keberatan melepasnya, mengingat minimnya menit bermain yang didapat Savinho di Etihad—hanya tujuh kali starter di Premier League musim lalu dengan satu gol.
Selain Savinho, Spurs juga hampir mengamankan bek tengah Brighton, Jan Paul van Hecke. Setelah tawaran awal ditolak, negosiasi kini memasuki tahap akhir dengan proposal £45 juta plus £5 juta add-ons. Kehadiran Van Hecke, bersama Senesi dan Micky van de Ven, diharapkan mampu memperbaiki lini pertahanan yang menjadi salah satu yang terburuk di liga musim lalu. Kepergian Cristian Romero yang santer diberitakan turut mendorong kebutuhan akan bek baru.
Kegagalan di bursa transfer musim lalu menjadi pelajaran berharga. Tottenham sempat kehilangan Morgan Gibbs-White karena intervensi pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, dan gagal mendapatkan Eberechi Eze setelah Arsenal bergerak di menit akhir. Alhasil, mereka hanya bisa mendatangkan Xavi Simons yang bukan pilihan utama. Manajer Roberto De Zerbi pun harus merombak skuad di tengah musim yang kacau—tiga pelatih berbeda, cedera massal, dan ancaman degradasi.
Kedatangan Savinho diharapkan bisa menjadi mitra ideal bagi Simons di lini serang. Keduanya memiliki profil kreatif dan lincah dalam membawa bola. Savinho mencatat 1,86 dribel sukses dan 7,45 progressive carries per 90 menit, sementara Simons unggul dalam pergerakan tanpa bola. Jika Simons ditempatkan di sisi kiri dan Savinho di kanan, Spurs berpotensi memiliki sayap yang merepotkan pertahanan lawan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League kerap menjadi barometer transfer pemain top, dan keberhasilan Spurs membangun skuad kompetitif bisa memengaruhi persaingan di papan atas. Apalagi, dengan kehadiran De Zerbi yang dikenal gemar memainkan sepak bola menyerang, musim depan Tottenham layak dinantikan.
Pertanyaan besarnya: akankah Savinho mampu membuktikan diri di Premier League setelah musim yang kurang produktif di City? Atau justru Van Hecke yang akan menjadi kunci kebangkitan lini belakang Spurs? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti—Tottenham tak ingin lagi menjadi bulan-bulanan di bursa transfer.



