Maxi Rodriguez: Messi Masih Dihantui Rasa Lapar akan Gelar, Siap Bela Argentina di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Mantan bintang Argentina Maxi Rodriguez menyebut Lionel Messi tetap termotivasi oleh keinginan meraih kejayaan, bukan sekadar rekor.
- Rodriguez memuji kemampuan Lionel Scaloni dalam mengelola ruang ganti, menjadi kunci keberhasilan tim juara bertahan Piala Dunia.
- Argentina akan menghadapi Aljazair, Austria, dan Yordania di Grup J Piala Dunia 2026, dengan Messi masih menjadi motor utama.
Lionel Messi masih dikuasai oleh rasa haus akan kemenangan dan tekad untuk menorehkan sejarah baru bersama Timnas Argentina. Hal itu diungkapkan oleh mantan rekan setimnya, Maxi Rodriguez, dalam wawancara eksklusif dengan FIFA menjelang Piala Dunia 2026, di mana Argentina akan mempertahankan gelar juara dunia.
Rodriguez, yang pernah bermain bersama Messi di timnas selama lebih dari satu dekade, menilai bahwa motivasi sang kapten tidak pernah pudar meski telah meraih hampir semua gelar individu dan tim. โMessi digerakkan oleh rasa laparnya akan kejayaan dan keinginan untuk membuat sejarah lagi. Dia terus melaju โ tidak ada yang bisa menghentikannya. Dia bermain untuk kebanggaan membela negaranya, tidak ada hal lain yang terlintas di pikirannya, bahkan memecahkan rekor,โ ujar Rodriguez kepada FIFA.
Menurut Rodriguez, Messi ingin menjadi juara dunia sekali lagi. โDia mempertaruhkan segalanya sekali lagi karena rasa lapar itu adalah bagian dari dirinya. Tanpa pola pikir dan dorongan itu, dia tidak akan mencapai semua yang telah dia raih. Itulah mengapa kita masih bisa menikmati Piala Dunia lain bersamanya dengan nomor punggung 10 Argentina yang ikonik,โ tambahnya.
Rodriguez juga menyoroti peran penting pelatih Lionel Scaloni dalam menjaga mentalitas juara tim. Menurutnya, Scaloni piawai mengelola ruang ganti โ sering kali menjadi hal tersulit. โAnda bisa tahu tentang sepak bola, taktik, sistem, apa pun itu, tetapi Anda juga harus memahami bahwa Anda berurusan dengan 23 atau 26 manusia, masing-masing dengan karakter dan kebutuhannya sendiri. Anda harus tahu cara mengelola grup, membaca situasi, dan selalu memikirkan yang terbaik untuk tim secara keseluruhan,โ jelas Rodriguez.
Ia mengaku terkejut melihat Scaloni yang dulu dikenal sebagai pemain dan pribadi yang sangat bersemangat, kini tampil tenang di bangku cadangan. Namun, yang paling mengesankan adalah kemampuan manajemen pemain dan kerendahan hatinya yang tidak berubah. โDia memahami pemainnya dan tahu cara mengelola ruang ganti โ sering kali hal tersulit dari semuanya,โ tegas Rodriguez.
Bagi Indonesia, perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 menjadi tontonan menarik, terutama dengan kehadiran Messi yang mungkin menjadi Piala Dunia terakhirnya. Timnas Argentina yang telah memenangkan Copa America 2024 dan Piala Dunia 2022 menunjukkan dominasi di Amerika Selatan. Namun, tantangan di Grup J tidak bisa dianggap remeh: Aljazair memiliki pemain-pemain tangguh seperti Riyad Mahrez, Austria diperkuat bintang Bayern Munich, sementara Yordania tampil solid di Piala Asia.
Rodriguez menutup dengan keyakinan bahwa Argentina tidak akan berpuas diri. โMereka belum mengendurkan gas karena apa yang mereka capai di Qatar. Sebaliknya, mereka akan melakukan segalanya untuk mempertahankan gelar,โ pungkasnya. Pertanyaannya, akankah Messi dan kawan-kawan mampu mengulang sukses di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada? Atau justru muncul kejutan dari tim-tim underdog? Hanya waktu yang akan menjawab.


