Visa AS Disetujui, Striker Swiss Breel Embolo Siap Bergabung ke Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Breel Embolo akhirnya mendapat izin masuk AS setelah otoritas imigrasi menyetujui aplikasi Estanya, menyusul penundaan akibat kasus hukum di Swiss.
- Kasus ini bermula dari insiden di Basel pada 2018 yang berujung pada hukuman denda bersyarat pada 2023, dan banding yang gagal membuat vonis berkekuatan hukum tetap.
- Embolo dijadwalkan bergabung dengan skuad Swiss di San Diego pada Jumat malam, tepat waktu untuk laga perdana Grup B melawan Qatar pada 13 Juni.

Swiss mendapat angin segar menjelang Piala Dunia 2026 setelah otoritas Amerika Serikat menyetujui izin perjalanan (Esta) untuk penyerang andalan mereka, Breel Embolo. Pemain berusia 29 tahun itu sebelumnya tertahan di Eropa karena proses verifikasi visa yang mendadak dihentikan, namun kini dipastikan bisa bergabung dengan skuad di San Diego pada Jumat malam waktu setempat.
Embolo tidak ikut serta dalam penerbangan tim pada Selasa lalu karena status Estanya—sistem otomatis yang menentukan kelayakan masuk AS tanpa visa konvensional—masih dalam peninjauan. Federasi Sepak Bola Swiss (SFV) menyatakan dalam pernyataan resmi bahwa mereka baru saja menerima konfirmasi persetujuan visa. “Dia diharapkan bergabung dengan tim pada Jumat malam,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Penundaan ini terkait dengan putusan pengadilan Swiss mengenai insiden yang melibatkan Embolo di Basel pada 2018. Pada 2023, ia divonis bersalah atas beberapa ancaman dan dijatuhi hukuman denda bersyarat. Setelah banding ditolak, media Swiss melaporkan pada April lalu bahwa Embolo memutuskan tidak mengajukan kasasi ke Mahkamah Federal, sehingga vonis tersebut berkekuatan hukum tetap. Untuk menyelesaikan masalah imigrasi, ia menghadiri pertemuan di Kedutaan Besar AS di Bern pada Rabu sebelum akhirnya mendapatkan persetujuan.
Bagi Swiss, kehadiran Embolo menjadi vital mengingat pengalamannya di dua edisi Piala Dunia sebelumnya (2018 dan 2022). Dengan kecepatan dan naluri golnya, ia diharapkan menjadi ujung tombak utama di turnamen yang akan berlangsung di tiga negara—Kanada, Meksiko, dan AS. San Diego akan menjadi markas Swiss selama turnamen, dan mereka akan memulai perjuangan melawan Qatar di Santa Clara pada 13 Juni.
Kasus Embolo ini menjadi pengingat betapa rumitnya proses administrasi imigrasi bagi atlet internasional, terutama ketika catatan hukum masa lalu ikut diperiksa. Meskipun denda bersyarat tidak terkait dengan kekerasan berat, sistem Esta AS tetap melakukan peninjauan ketat. Kejadian serupa pernah menimpa beberapa pemain lain dari negara dengan perjanjian bebas visa, menunjukkan bahwa tidak ada jaminan otomatis bagi siapa pun.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Embolo bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya persiapan dokumen sejak dini, terutama bagi pemain atau ofisial yang akan bertanding di Amerika Serikat. Dengan Piala Dunia 2026 yang juga akan disiarkan luas di Tanah Air, perhatian terhadap detail teknis seperti visa menjadi relevan, mengingat Indonesia sendiri tidak termasuk dalam program bebas visa AS.
Ke depan, Swiss masih harus memastikan seluruh pemain dalam kondisi prima dan bebas dari hambatan administratif. Pertanyaan yang mengemuka: apakah ada pemain lain yang mengalami kendala serupa? Dengan jadwal padat dan tekanan turnamen, setiap gangguan kecil bisa berdampak besar pada performa tim.



