Cekcok Antrean Solar Berujung Maut: Polisi Amankan Dua Pelaku Pengeroyokan Sopir Truk di Palembang
Baca dalam 60 detik
- Seorang sopir truk tewas setelah dianiaya belasan orang di SPBU Palembang, dipicu teguran karena menyerobot antrean solar.
- Polrestabes Palembang menangkap dua tersangka dalam 20 jam, satu pelaku masih buron; korban menderita tujuh luka tusuk.
- Kasus ini menyoroti risiko kekerasan akibat kelangkaan solar dan antrean panjang di SPBU, yang kerap memicu konflik.
Perselisihan kecil di antrean solar di sebuah SPBU Palembang berujung tragis setelah seorang sopir truk tewas dikeroyok sekelompok orang. Polrestabes Palembang bergerak cepat dan mengamankan dua tersangka dalam waktu kurang dari 20 jam sejak kejadian, Kamis (4/6/2026).
Korban berinisial YF (33), warga Banyuasin, meregang nyawa setelah mengalami tujuh luka tusuk di tubuhnya. Peristiwa bermula pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 21.15 WIB di SPBU Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami. Saat itu korban menegur seseorang yang diduga menyerobot antrean solar. Teguran tersebut memicu cekcok yang sempat dilerai petugas keamanan SPBU dan sopir lain.
Meski sempat mereda, sekitar 30 menit kemudian kelompok pelaku kembali dengan sepeda motor dan langsung menyerang korban. YF berusaha melarikan diri dengan truknya, namun karena luka parah, kendaraannya berhenti di seberang SPBU. Pelaku kembali menganiaya korban sebelum melarikan diri. Rekan sesama sopir kemudian mengevakuasi YF ke Rumah Sakit Myria Palembang, namun nyawanya tak tertolong.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan, pengungkapan cepat ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan kepastian hukum. โKurang dari 20 jam setelah kejadian, dua tersangka berhasil kami amankan. Saat ini satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran intensif,โ ujarnya. Ia menambahkan bahwa rekaman kejadian yang viral di media sosial turut mendorong percepatan proses hukum.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Muโmin Wijaya menyampaikan belasungkawa dan mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan perselisihan dengan kekerasan. โPeristiwa ini menjadi pelajaran bahwa perselisihan sekecil apa pun tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan,โ katanya. Ia juga mengimbau warga yang mengetahui keberadaan pelaku buron untuk melapor.
Kasus ini menjadi cermin kelangkaan solar yang kerap memicu antrean panjang dan ketegangan di SPBU, terutama di daerah-daerah. Implikasi bagi pembaca Indonesia: selain aspek kriminal, peristiwa ini menggarisbawahi perlunya pengelolaan distribusi BBM yang lebih baik serta edukasi penyelesaian konflik secara damai. Ke depan, aparat diharapkan tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga mengantisipasi potensi kekerasan serupa di titik-titik rawan antrean solar.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7836624/original/039364800_1780657446-Tugas__26_.jpg)