Offroad Bantuan Sosial: Polres Ogan Ilir Rayakan HUT Bhayangkara ke-80 dengan Sentuhan Langsung ke Desa
Baca dalam 60 detik
- Polres Ogan Ilir menggelar bakti sosial offroad ke dua desa terpencil, menyalurkan 40 karung beras dan 20 dus mi instan.
- Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan aksi nyata, bukan sekadar seremonial.
- Inisiatif ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat.
Polres Ogan Ilir memanfaatkan momen peringatan HUT Bhayangkara ke-80 untuk menggelar bakti sosial dengan cara yang tidak biasa: konvoi offroad menembus pedesaan. Pada Sabtu, 6 Juni 2026, personel kepolisian bersama perangkat desa dan warga setempat menyalurkan bantuan sembako ke Desa Burai dan Desa Sejaro Sakti, dua wilayah yang selama ini mungkin jarang tersentuh program serupa.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, memimpin langsung rombongan yang terdiri dari puluhan personel. Mereka membawa 40 karung beras ukuran 5 kilogram dan 20 dus mi instan, yang dibagikan kepada warga kurang mampu di kedua desa. โBantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjadi wujud kepedulian Polri,โ ujar Bagus dalam sambutannya.
Yang menarik, kegiatan ini sengaja dirancang tidak sekadar seremonial. Kapolres menegaskan bahwa peringatan HUT Bhayangkara ke-80 harus diisi dengan aksi yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat. โKami tidak ingin hanya mengadakan upacara, tetapi juga memberikan manfaat nyata,โ katanya. Pendekatan offroad dipilih untuk menjangkau desa-desa yang aksesnya sulit, sekaligus mempererat silaturahmi antara polisi dan warga.
Kepala Desa Burai dan Kepala Desa Sejaro Sakti menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurut mereka, bantuan ini sangat membantu warga yang membutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. โKehadiran polisi di sini bukan hanya memberi sembako, tapi juga menunjukkan bahwa mereka peduli,โ ujar salah satu kepala desa.
Bagi masyarakat Indonesia, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis. Di tengah keraguan sebagian publik terhadap kinerja institusi keamanan, aksi sosial langsung seperti ini bisa menjadi jembatan untuk membangun kembali kepercayaan. Polres Ogan Ilir tampaknya sadar bahwa citra Polri tidak hanya dibangun dari angka kriminalitas yang turun, tetapi juga dari kedekatan emosional dengan rakyat.
Ke depan, tantangannya adalah menjaga keberlanjutan program semacam ini. Warga berharap bakti sosial offroad tidak hanya menjadi agenda tahunan saat HUT Bhayangkara, tetapi bisa diperluas frekuensi dan jangkauannya. Apakah Polres Ogan Ilir akan menjadikan ini sebagai model tetap untuk menjangkau daerah terpencil? Jika ya, ini bisa menjadi contoh bagi kepolisian daerah lain di Indonesia.


