Misi 38 Tahun: John Herdman Targetkan Kemenangan Perdana Indonesia atas Oman
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dalam laga FIFA Matchday di SUGBK, Kamis (5/6/2026), dengan target memutus catatan tanpa kemenangan sejak 1988.
- Pelatih John Herdman menekankan laga ini sebagai momentum membuktikan Indonesia layak diperhitungkan di level AFC, bukan sekadar uji coba biasa.
- Persiapan Garuda yang singkat (4-5 hari) kontras dengan Oman yang telah berlatih tiga pekan, namun Herdman optimistis kualitas pemain bisa menjadi pembeda.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7768343/original/044168000_1780579114-20260604BL_OT_Timnas_Indonesia_Jelang_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_11.jpg)
Setelah 38 tahun tanpa kemenangan, Timnas Indonesia kembali berhadapan dengan Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/6/2026). Pelatih John Herdman menegaskan bahwa pertandingan ini bukan sekadar uji coba, melainkan panggung untuk membuktikan bahwa Garuda layak menjadi pesaing serius di Asia.
Herdman, yang sebelumnya sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, sadar betul beban sejarah yang menyertai laga ini. Dalam konferensi pers jelang pertandingan, ia menyebut para pemain telah menerima tanggung jawab untuk 'menulis ulang sejarah' dan tidak gentar menghadapi tekanan. "Ini kesempatan untuk menetapkan diri kami sebagai pesaing di AFC," ujarnya.
Namun, tantangan besar menanti. Herdman hanya memiliki waktu empat hingga lima hari untuk menyatukan skuad yang datang dari berbagai liga di Eropa dan Asia. Kondisi fisik dan ritme permainan yang berbeda menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Di sisi lain, Oman datang dengan persiapan matang: tiga pekan kamp latihan intensif bersama pelatih baru mereka, menjadikan tim tamu sebagai lawan yang solid dan terorganisir.
Herdman juga mengidentifikasi kelemahan yang harus diperbaiki, terutama produktivitas tembakan tepat sasaran dan penetrasi di sepertiga akhir lapangan. "Kami tidak memiliki cukup tembakan tepat sasaran mengingat seberapa besar kontrol yang kami miliki," kata Herdman. Ia mengaku para pemain telah merespons positif materi latihan pekan ini.
Menariknya, Herdman menggunakan pengalamannya bersama Kanada sebagai bahan pembelajaran. Ia memutar klip pertandingan Kanada vs Qatar kepada skuad Garuda untuk menunjukkan bahwa membangun tim yang solid membutuhkan waktu. "Butuh empat tahun untuk membawa mereka ke titik itu," tuturnya. "Tapi dengan kualitas yang kami miliki, saya percaya mereka bisa mengambil langkah besar besok."
Bagi Indonesia, laga ini bukan hanya soal mengakhiri puasa kemenangan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri menjelang agenda kompetitif AFC ke depan. Dukungan penuh dari suporter di SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda. Akankah Herdman mampu membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia? Jawabannya akan terlihat di lapangan malam nanti.



