Newcastle Siap Bajak Bintang Muda Nigeria dari Brighton
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United berupaya menggagalkan kesepakatan Brighton dengan pemain sayap muda Nigeria, Zadok Yohanna, yang tampil gemilang bersama AIK di Swedia.
- Klub asuhan Eddie Howe itu perlu memperkuat lini sayap setelah kehilangan Anthony Gordon dan gagal maksimal dengan rekrutan sebelumnya seperti Anthony Elanga.
- Jika berhasil, Yohanna bisa menjadi investasi jangka panjang Newcastle di tengah keterbatasan finansial akibat aturan keuangan ketat.
Newcastle United kembali menunjukkan agresivitasnya di bursa transfer musim panas ini. Klub asal Tyneside itu dikabarkan siap membajak kesepakatan yang sudah dijalin Brighton & Hove Albion dengan pemain sayap muda Nigeria, Zadok Yohanna, yang kini membela AIK Stockholm.
Menurut laporan jurnalis Sky Germany, Florian Plettenberg, Newcastle sudah bergerak cepat untuk meyakinkan Yohanna agar membatalkan kata sepakat dengan Brighton dan memilih bergabung ke St James' Park. Langkah ini menjadi prioritas setelah kepastian kepergian Anthony Gordon ke Barcelona dengan nilai transfer mencapai £69 juta.
Yohanna, yang baru berusia 18 tahun, telah mencuri perhatian di Allsvenskan, kasta tertinggi sepak bola Swedia. Dalam 12 penampilan musim ini, ia mencatatkan lima gol dan empat assist—catatan impresif untuk pemain seusianya. Gaya bermainnya yang lincah dan eksplosif membuatnya dijuluki 'Neymar Nigeria' oleh sebagian pengamat.
Newcastle sendiri tengah dalam masa transisi di lini sayap. Setelah Gordon hengkang, klub sempat mendatangkan Anthony Elanga dari Manchester United dengan banderol £55 juta, namun pemain asal Swedia itu belum mampu tampil konsisten. Sebelumnya, Newcastle juga kehilangan Yankuba Minteh—kini bersinar di Brighton—akibat masalah regulasi Profitability and Sustainability Rules (PSR).
Kegagalan Newcastle lolos ke kompetisi Eropa musim depan membuat klub harus lebih berhati-hati dalam belanja pemain. Oleh karena itu, merekrut talenta muda seperti Yohanna dianggap sebagai strategi cerdas: biaya lebih rendah, potensi jangka panjang tinggi, dan tidak membebani neraca keuangan secara langsung.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik untuk dicermati. Semakin banyak klub Eropa yang berburu pemain muda dari Afrika dan Asia, membuka peluang bagi talenta Tanah Air untuk menembus pasar Eropa. Jika Yohanna berhasil menembus skuad utama Newcastle, ia bisa menjadi contoh bagaimana pemain dari liga non-Elite Eropa bisa bersaing di Premier League.
Pertanyaan besarnya: mampukah Newcastle membujuk Yohanna mengingkari komitmennya dengan Brighton? The Seagulls dikenal sebagai klub yang jeli merekrut pemain muda dan memiliki rekam jejak bagus dalam mengembangkan bakat. Namun, godaan bermain di klub sekelas Newcastle dengan proyek ambisius Eddie Howe bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Jika transfer ini terwujud, Newcastle tidak hanya mendapatkan pengganti potensial untuk Gordon, tetapi juga aset berharga yang nilainya bisa meroket dalam beberapa tahun ke depan. Sebaliknya, jika gagal, mereka harus segera beralih ke target lain seperti Abde Ezzalzouli dari Real Betis yang juga masuk radar.



