Leeds Siap Caplok Bintang Barcelona Rp400 Miliar, Posisi Brenden Aaronson Terancam
Baca dalam 60 detik
- Leeds United memimpin perburuan gelandang serang Barcelona, Roony Bardghji, yang dibanderol sekitar £22 juta atau setara Rp400 miliar.
- Kedatangan Bardghji diprediksi menggeser peran Brenden Aaronson, yang mandul dalam 21 penampilan terakhirnya di Premier League.
- Klub asuhan Daniel Farke itu berambisi menembus kompetisi Eropa musim depan dengan merekrut pemain muda potensial asal Swedia tersebut.

Leeds United dikabarkan menjadi kandidat terdepan untuk mendatangkan gelandang serang Barcelona, Roony Bardghji, pada bursa transfer musim panas ini. Langkah tersebut tak hanya menunjukkan ambisi The Whites untuk bersaing di papan atas Premier League, tetapi juga menjadi sinyal peringatan bagi gelandang Amerika Serikat, Brenden Aaronson, yang posisinya di starting XI terancam tergusur.
Menurut laporan SportsBoom, Leeds telah lama memantau perkembangan pemain berusia 20 tahun itu dan siap menawarkan proyek olahraga yang menarik. Barcelona sendiri dikabarkan bersedia melepas Bardghji dengan banderol sekitar £22 juta (sekitar Rp400 miliar). Namun, persaingan ketat sudah menanti karena Aston Villa, Brentford, Brighton, Everton, dan Sunderland juga dikabarkan tertarik.
Bardghji, yang dijuluki "game changer" oleh scout U23 Antonio Mango, hanya tampil sebagai starter dalam tujuh dari 21 laga LaLiga musim ini. Meski menit bermainnya terbatas akibat persaingan dengan Lamine Yamal dan Raphinha, ia mencatatkan rata-rata 0,73 peluang tercipta lebih banyak per 90 menit dibandingkan Aaronson. Kemampuan dribelnya juga tiga kali lebih produktif.
Penampilan impresif Bardghji di Supercopa Spanyol—satu gol, dua assist, dan empat peluang tercipta dalam kemenangan 5-1 atas Athletic Club—menjadi bukti kualitasnya. Di Liga Champions, ia juga mencatatkan satu assist dan satu peluang emas dalam lima penampilan. Angka-angka ini menunjukkan potensi Bardghji untuk menjadi lebih efektif ketimbang Aaronson yang hanya mencetak empat gol dan lima assist dalam 37 laga Premier League musim ini, tanpa gol dalam 21 penampilan terakhirnya.
Bagi Leeds, perekrutan Bardghji merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menaikkan level tim setelah sukses bertahan di Premier League musim lalu. Manajer Daniel Farke telah menyatakan ambisinya untuk membawa Leeds lolos ke kompetisi Eropa, dan penambahan pemain kreatif seperti Bardghji dinilai krusial. Klub juga telah menunjukkan keseriusan dengan memperpanjang kontrak kapten Ethan Ampadu di tengah minat dari klub lain.
Di sisi lain, situasi ini menjadi pukulan telak bagi Brenden Aaronson. Gelandang serang asal AS itu biasanya beroperasi di posisi nomor 10 kanan dalam formasi 3-4-2-1. Jika Bardghji datang, ia diprediksi akan mengisi peran yang sama dengan kemampuan cutting inside dari sisi kanan menggunakan kaki kirinya. Minimnya kontribusi gol Aaronson di paruh kedua musim menjadi alasan utama Leeds mencari alternatif.
Dari perspektif sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Eropa kini semakin agresif merekrut pemain muda potensial dari akademi raksasa seperti Barcelona, yang kerap melepas talenta muda dengan harga terjangkau. Fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih jeli memantau pemain-pemain yang minim menit bermain di klub besar, namun memiliki kualitas di atas rata-rata.
Pertanyaan besarnya, akankah Bardghji mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League dan menjadi bintang baru di Elland Road? Atau justru Aaronson yang akan bangkit dan mempertahankan tempatnya? Musim depan akan menjadi jawabannya.



