Argentina, Penguasa Adu Penalti Piala Dunia: Enam Kemenangan dari Tujuh Kesempatan
Baca dalam 60 detik
- Argentina tercatat sebagai tim paling sering terlibat adu penalti di Piala Dunia, dengan tujuh partai sejak format diperkenalkan pada 1978.
- La Albiceleste memenangi enam dari tujuh adu penalti tersebut, termasuk final 2022 melawan Prancis, dengan kegagalan hanya terjadi saat berhadapan dengan Jerman pada 2006.
- Jerman dan Kroasia menjadi dua tim yang tak terkalahkan dalam adu penalti Piala Dunia, dengan Jerman mencatat akurasi eksekusi 17 dari 18 percobaan.
Argentina memegang rekor sebagai tim yang paling sering melakoni adu penalti dalam sejarah Piala Dunia. Dari 74 negara yang pernah berpartisipasi sejak sistem adu penalti diperkenalkan pada 1978, La Albiceleste terlibat dalam tujuh babak tos-tosanโsetara dengan 20 persen dari seluruh adu penalti yang pernah terjadi. Catatan ini menjadi sorotan menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Dari tujuh kesempatan tersebut, Argentina sukses memenangi enam di antaranya. Kemenangan demi kemenangan diraih atas Yugoslavia dan Italia pada 1990, Inggris pada 1998, Belanda pada 2014 dan 2022, serta Prancis pada final 2022. Satu-satunya kekalahan terjadi pada perempat final 2006 saat berhadapan dengan Jerman, yang kala itu diperkuat kiper Jens Lehmann dengan contekan kertas berisi arah tendangan pemain Argentina.
Kehebatan Argentina dalam adu penalti tak lepas dari peran kiper-kiper tangguh. Sergio Goycochea, yang menjadi pahlawan pada Piala Dunia 1990, mencatatkan rekor penyelamatan terbanyak dalam adu penalti bersama Toni Schumacher (Jerman Barat), Danijel Subasic, dan Dominik Livakovic (Kroasia). Kemampuan membaca arah tendangan lawan menjadi faktor krusial dalam momen genting seperti ini.
Di sisi lain, Jerman dan Kroasia menjadi dua tim yang belum terkalahkan dalam adu penalti Piala Dunia. Jerman memenangi keempat partai yang mereka jalani, dengan akurasi eksekusi yang mencengangkan: 17 dari 18 tendangan berhasil dikonversi menjadi gol, termasuk 15 tendangan terakhir secara beruntun. Konsistensi ini menjadikan Jerman sebagai momok bagi lawan yang harus berhadapan dengan mereka hingga babak tos-tosan.
Bagi Indonesia, dominasi Argentina dalam adu penalti bisa menjadi pelajaran berharga. Meski Timnas Indonesia belum pernah berlaga di Piala Dunia, persiapan mental dan latihan adu penalti kerap menjadi sorotan saat menghadapi turnamen regional seperti Piala AFF. Kemampuan mengelola tekanan dan eksekusi yang presisi, seperti yang ditunjukkan Argentina dan Jerman, bisa menjadi kunci sukses di masa depan. Apakah Argentina mampu mempertahankan rekor ini pada Piala Dunia 2026? Atau akan ada tim baru yang menyaingi kehebatan mereka?

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7853734/original/003850600_1780677296-Screenshot_2026-06-05_231600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7853797/original/085238500_1780677622-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-2.JPG.jpeg)