Vollering Kunci Kemenangan Grand Tour Perdana di Giro Wanita, Ancam Dominasi Van der Breggen
Baca dalam 60 detik
- Demi Vollering memenangi etape kelima Giro d'Italia Wanita, menambah koleksi kemenangan Grand Tour-nya dan naik ke posisi kedua klasemen.
- Anna van der Breggen tetap mempertahankan jersey merah muda, unggul satu menit dari Vollering, menjelang etape 'ratu' yang krusial.
- Elisa Longo Borghini, juara bertahan dua edisi, kehilangan waktu 15 detik di etape pegunungan pertama dan kini tertinggal lebih dari dua menit.

Demi Vollering akhirnya menuntaskan misinya meraih kemenangan di semua Grand Tour setelah memenangi etape kelima Giro d'Italia Wanita, Selasa (8/7/2025). Pebalap Belanda itu mengungguli rekan senegaranya, Anna van der Breggen, dalam sprint empat pebalap di akhir etape pegunungan pertama sepanjang 146 kilometer yang finis di Santo Stefano di Cadore.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Vollering di Giro setelah sebelumnya ia sukses di Tour de France Femmes dan La Vuelta Femenina. Dengan hasil ini, ia kini hanya tertinggal satu menit dari Van der Breggen yang masih kokoh di puncak klasemen umum. "Ini hari yang sangat berat, balapan terpecah lebih awal dari perkiraan," ujar Vollering seusai etape, seperti dikutip dari BBC Sport.
Vollering mengaku bersyukur atas bantuan rekannya, Lauren Dickson, yang menjaga tempo tinggi sebelum ia melancarkan serangan. Kini, ia harus mewaspadai dua etape datar sebelum etape 'ratu' pada Sabtu yang akan menentukan nasib persaingan. Targetnya menjadi pebalap kedua setelah Annemiek van Vleuten yang mampu memenangi ketiga Grand Tour dalam satu karier.
Di sisi lain, Elisa Longo Borghini, juara bertahan dua edisi terakhir, harus mengakui ketangguhan para rival. Pebalap Italia itu tertinggal di tanjakan terakhir, namun berhasil memangkas waktu di turunan sehingga hanya kehilangan 15 detik. Ia finis di posisi kelima, tertinggal dua menit 12 detik dari Van der Breggen di klasemen. Sementara itu, Antonia Niedermaier dari Jerman menempati posisi ketiga dengan selisih waktu yang sama dengan Vollering.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, persaingan ketat di Giro Wanita tahun ini menjadi tontonan menarik. Vollering, yang dikenal sebagai pebalap all-rounder, menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di medan pegunungan sekaligus sprint. Jika ia mampu mempertahankan performa hingga etape 'ratu', bukan tidak mungkin ia akan merebut jersey merah muda dari Van der Breggen yang sudah empat kali juara Giro.
Etape keenam Kamis ini akan menjadi ajang bagi para sprinter untuk unjuk gigi. Rute datar dengan finis teknis di Brescello diprediksi akan memicu sprint massal. Vollering dan Van der Breggen kemungkinan akan menghemat tenaga, sementara pebalap seperti Lorena Wiebes atau Marianne Vos bisa menjadi ancaman. Namun, kejutan selalu mungkin terjadi di Giro, terutama jika angin kencang atau pecahnya rombongan besar mengubah peta persaingan.
Pertanyaan besarnya: akankah Vollering mampu mempertahankan momentum dan mengancam dominasi Van der Breggen di etape 'ratu' Sabtu nanti? Atau justru Longo Borghini yang bangkit dan merebut kembali kendali? Satu hal yang pasti, Giro Wanita tahun ini menyajikan drama yang layak dinanti hingga garis finis di Roma.



