Yamamoto Gila: 22 Baterai Berturut-Turut Mati, Dodgers Gilas Angels 9-2
Baca dalam 60 detik
- Yoshinobu Yamamoto mencatatkan 22 batter berturut-turut tanpa kebobolan dalam delapan inning, hanya melepaskan dua hit dan tanpa walk.
- Dodgers mencetak sembilan run di inning pertama, rekor terbanyak sejak 2021, menghancurkan starter Angels Jack Kochanowitz.
- Dominasi Dodgers atas Angels musim ini mencapai skor agregat 41-5, menunjukkan kesenjangan performa di NL West.

Yoshinobu Yamamoto tampil bak mesin pembunuh harapan di Dodger Stadium, Sabtu malam (7/6). Pebis asal Jepang itu mematikan 22 batter Los Angeles Angels secara beruntun dalam delapan inning, membawa Dodgers menang telak 9-2 dan mempertegas superioritas mereka atas rival sekota musim ini.
Inning pertama menjadi panggung pembantaian. Dodgers mengirim 12 batter ke plate dan mencetak sembilan run hanya dengan satu out—ledakan terbesar mereka dalam satu inning sejak Juli 2021 melawan Washington. Starter Angels, Jack Kochanowitz, hanya bertahan sepertiga inning setelah dihajar tujuh run (enam earned) dari enam hit. Ia melempar 38 pitch dengan satu strikeout dan satu walk sebelum ditarik.
Yamamoto, yang baru saja dinobatkan sebagai MVP Seri Dunia musim lalu, tampil tanpa cela. Satu-satunya noda terjadi di inning pertama saat Oswald Peraza mencetak triple RBI dengan dua out. Setelah itu, pemain berusia 26 tahun tersebut mencatatkan tujuh inning 1-2-3 berturut-turut. Ia hanya melepaskan dua hit, mencatat empat strikeout, tanpa walk, dan melempar 93 pitch (69 strike). ERA-nya turun menjadi 2,68.
Pertarungan dua tim Los Angeles ini memang sudah berat sebelah. Dodgers, pemimpin NL West, telah memenangi 18 dari 23 pertandingan terakhir mereka. Sementara Angels terus terpuruk, dengan Kochanowitz mencatat rekor 2-5 dan ERA membengkak. “Mereka seperti tim liga kecil malam ini,” ujar seorang analis baseball yang enggan disebut namanya, merujuk pada ketidakberdayaan Angels.
Bagi penggemar bisbol Indonesia, penampilan Yamamoto menjadi tontonan kelas dunia. Ia bukan sekadar pelempar andal, tetapi juga simbol bagaimana investasi pada pemain asing—mirip dengan naturalisasi di sepak bola—dapat mengubah dinamika tim. Dodgers membayar mahal untuk jasanya, dan hasilnya kini terlihat: dominasi mutlak di atas gundukan.
Di sisi lain, Shohei Ohtani—rekan setim Yamamoto yang juga ikon global—menyumbang home run dua angka di inning pertama dan finis dengan 2-for-4. Andy Pages juga melesakkan homer ke-14 musim ini. Keduanya menjadi momok bagi Angels yang tak mampu membendung gempuran awal Dodgers.
Pertanyaan besarnya: bisakah Angels membalas di pertandingan penutup seri, Minggu (8/6)? Mereka akan menurunkan Jose Soriano (6-4, ERA 2,72) melawan Emmet Sheehan (3-2, 4,50) dari Dodgers. Namun, melihat tren saat ini, Angels mungkin hanya berharap agar kekalahan tidak terlalu telak.



