Capello Soroti Jadwal Serie A: Juventus Wajib Incar Scudetto, Roma Terancam Start Berat
Baca dalam 60 detik
- Fabio Capello menilai Juventus harus tampil dengan mental juara sejak awal musim 2026/27, bukan sekadar mengejar tiket Liga Champions.
- Eks pelatih Timnas Italia itu memperingatkan dampak jadwal Europa League yang padat bagi Milan dan Juventus, berbeda dengan klub Liga Champions.
- Roma dianggap memiliki modal positif, namun jadwal 10 laga awal tanpa tim promosi dan melawan raksasa Serie A bisa menjadi batu sandungan.

Fabio Capello, legenda sepak bola Italia, memberikan pandangan tajam terkait rilis jadwal Serie A musim 2026/27. Mantan pelatih Juventus dan Timnas Italia itu mendesak Bianconeri untuk tampil dengan ambisi juara sejak awal, sambil memperingatkan Roma bahwa jadwal awal mereka sangat berat dan tidak memberi ruang untuk kesalahan.
Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Capello menyoroti duel Juventus melawan Inter Milan pada pekan ke-36, yang hanya berjarak tiga pertandingan dari akhir musim. Ia menyebut laga itu berpotensi menjadi penentu gelar. “Menyenangkan membayangkannya, terutama karena Juventus sudah lama absen dari perebutan scudetto,” ujar Capello. “Saya katakan dan ulangi, Juventus harus memulai dengan niat menang. Saya tidak ingin mendengar dongeng klub besar yang hanya bertujuan lolos ke Liga Champions.”
Capello juga mengkritik dampak jadwal Europa League yang dimainkan Kamis malam terhadap Milan dan Juventus. Menurutnya, klub yang bermain di kompetisi level kedua Eropa itu menghadapi kerugian signifikan dibandingkan klub Liga Champions. “Jika Anda bermain tandang di Azerbaijan pada Kamis malam, kembali ke Italia larut malam, lalu bermain Minggu sore di Serie A, Anda hanya punya Sabtu untuk mempersiapkan pertandingan secara serius,” jelasnya. “Masalahnya semakin besar saat Anda menghadapi tim yang baru tersingkir dari Liga Champions satu atau dua hari sebelumnya.”
Mengenai Roma, Capello mengakui bahwa tim asuhan Gian Piero Gasperini akan memulai musim dengan kepercayaan diri tinggi setelah performa impresif di akhir musim lalu. Namun, ia menilai jadwal awal Roma sangat tidak mudah. “Mengetahui Gasperini, saya memperkirakan Roma akan restart pada Agustus dengan keyakinan dan kecemerlangan yang mereka tunjukkan di akhir musim,” kata Capello. “Tetapi jadwalnya tidak sederhana. Dalam sepuluh pertandingan pertama, mereka tidak akan menghadapi tim promosi, melainkan Inter, Napoli, Como, Atalanta, dan Fiorentina, plus laga tandang sulit ke Torino dan Udinese.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika Serie A selalu menarik karena banyak pemain bintang dan gaya taktik yang berpengaruh di Asia. Jadwal padat akibat kompetisi Eropa juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai sering tampil di turnamen antar klub Asia. Kemampuan mengelola rotasi pemain dan kebugaran fisik menjadi kunci, sebagaimana disoroti Capello. Pertanyaan besarnya: akankah Juventus kembali ke puncak, atau Roma justru menjadi kejutan musim depan?



