Fiorentina Ucapkan Selamat Tinggal pada Vanoli, Grosso Siap Gantikan
Baca dalam 60 detik
- Paolo Vanoli tidak diperpanjang kontraknya oleh Fiorentina meski sukses membawa tim terhindar dari degradasi setelah start tanpa kemenangan dalam 15 laga.
- Presiden baru Giuseppe Commisso secara khusus berterima kasih atas kerja keras Vanoli yang dinilai mampu membangkitkan kembali kepercayaan diri tim.
- Fabio Grosso dikabarkan akan menjadi pelatih anyar Fiorentina, setelah sukses membawa Sassuolo promosi ke Serie A dan bertahan di papan tengah.

Fiorentina resmi mengakhiri kerja sama dengan Paolo Vanoli, pelatih yang sukses membawa tim terhindar dari jurang degradasi Serie A musim lalu. Manajemen klub memutuskan tidak memperpanjang kontraknya, meski Vanoli mencatatkan sejarah sebagai pelatih pertama yang mampu menyelamatkan tim setelah gagal menang dalam 15 pertandingan awal liga.
Vanoli ditunjuk pada pertengahan November 2025 menggantikan Stefano Pioli yang dipecat. Saat itu, Fiorentina hanya mengoleksi empat hasil imbang dari 10 laga awal Serie A, tanpa satu pun kemenangan. Krisis berkepanjangan membuat tim sempat terpuruk di dasar klasemen, namun Vanoli perlahan membalikkan keadaan. Ia berhasil mengangkat moral pemain dan meraih hasil positif di sisa musim, meski klub tidak pernah benar-benar antusias memberinya kontrak jangka panjang.
Dalam pernyataan resmi, manajemen Fiorentina mengapresiasi profesionalisme, semangat, dan keberanian Vanoli serta stafnya. Presiden baru Giuseppe B Commisso, yang mengambil alih klub setelah ayahnya Rocco meninggal dunia, secara khusus menyampaikan terima kasih. "Mereka datang di saat yang sangat sulit, dengan tim di dasar klasemen dan belum pernah menang. Mereka memiliki kekuatan, keseriusan, dan keberanian untuk membangkitkan tim kembali," ujar Commisso. Ia menambahkan bahwa Vanoli dan stafnya akan selalu mendapat rasa hormat dan doa terbaik untuk masa depan.
Kepergian Vanoli membuka jalan bagi Fabio Grosso untuk mengambil alih kursi pelatih. Grosso sebelumnya sukses membawa Sassuolo promosi dari Serie B dan kemudian mempertahankan posisi mereka di papan tengah Serie A. Gaya kepelatihan Grosso yang pragmatis dan pengalamannya di sepak bola Italia diyakini cocok dengan kebutuhan Fiorentina yang ingin membangun stabilitas jangka panjang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan di bursa pelatih Serie A selalu menarik perhatian. Banyak pemain dan pelatih Italia yang pernah merumput di Indonesia, dan gaya sepak bola Italia kerap menjadi acuan bagi pengembangan taktik di tanah air. Keputusan Fiorentina melepas Vanoli meski berprestasi menunjukkan betapa ketatnya standar klub-klub papan atas Eropa, di mana hasil instan seringkali tidak cukup untuk menjamin kelangsungan karier seorang pelatih.
Ke depan, tantangan Grosso adalah membangun tim yang konsisten bersaing di papan atas Serie A, bukan sekadar bertahan. Dengan dukungan manajemen baru yang dipimpin Commisso, Fiorentina diharapkan bisa kembali ke jalur prestasi. Pertanyaan besarnya: mampukah Grosso mengulang kesuksesannya bersama Sassuolo di klub yang lebih besar dan berambisi tinggi?



