Bek Roma Evan Ndicka Jadi Buruan Tiga Klub Besar Eropa, Inter Milan Siapkan Skema Tukar Tambah
Baca dalam 60 detik
- Roma membanderol Evan Ndicka dengan harga €35 juta setelah kedatangan gratisnya pada 2023.
- Inter Milan, Tottenham Hotspur, dan Olympique Marseille bersaing untuk merekrut bek tengah asal Pantai Gading tersebut.
- Lolosnya Roma ke Liga Champions musim depan membuka peluang Ndicka bertahan di Stadio Olimpico.

Bek tengah AS Roma, Evan Ndicka, tengah menjadi incaran tiga klub besar Eropa—Inter Milan, Tottenham Hotspur, dan Olympique Marseille—di tengah spekulasi bahwa ia bisa dijual dengan harga sekitar €35 juta pada bursa transfer musim panas ini. Namun, keberhasilan Roma lolos ke Liga Champions setelah tujuh tahun absen justru bisa membuat pemain asal Pantai Gading itu bertahan.
Ndicka bergabung dengan Roma secara gratis pada musim panas 2023 setelah kontraknya bersama Eintracht Frankfurt habis. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi pilar di lini pertahanan Giallorossi. Kontraknya yang berlaku hingga Juni 2028 membuat Roma memiliki posisi tawar yang kuat, meskipun sejumlah klub mulai menunjukkan minat serius.
Inter Milan disebut-sebut tertarik memboyong Ndicka dan bahkan sempat memasukkannya dalam skema pertukaran dengan gelandang mereka, Davide Frattesi. Namun, negosiasi belum mencapai titik terang. Sementara itu, Tottenham Hotspur yang kini ditangani Roberto De Zerbi juga ikut dalam perburuan, begitu pula Olympique Marseille yang berlaga di Ligue 1.
Menurut laporan Tuttomercatoweb, Roma mematok harga €35 juta untuk sang bek. Angka tersebut dianggap sebagai keuntungan besar mengingat Ndicka datang tanpa biaya transfer dua tahun lalu. Meski demikian, kehadiran Roma di Liga Champions musim depan bisa menjadi faktor penahan bagi Ndicka untuk hengkang.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Ndicka menarik untuk diikuti karena ia merupakan salah satu bek tengah Afrika yang bersinar di Serie A. Jika ia pindah ke klub seperti Inter atau Tottenham, hal itu bisa meningkatkan eksposur Liga Italia dan Inggris di mata penggemar Tanah Air. Selain itu, nilai transfer bek tengah yang mencapai €35 juta menjadi pengingat bahwa investasi pada pemain muda berbakat bisa mendatangkan keuntungan besar—pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia yang mulai serius mengelola akademi.
Di sisi lain, keputusan Ndicka untuk bertahan atau pergi akan bergantung pada sejauh mana Roma mampu bersaing di Liga Champions dan memberikan jaminan menit bermain. Dengan persaingan yang ketat di lini belakang Roma, kehadiran pemain seperti Gianluca Mancini dan Chris Smalling bisa mempengaruhi pilihan Ndicka.
Apakah Ndicka akan memilih petualangan baru di Inggris atau Italia, atau justru setia membela Roma di panggung Eropa? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan saat bursa transfer musim panas dibuka.



