Peluru Nyasar di UNP: TNI Periksa 10 Saksi, Satu Proyektil Ditemukan
Baca dalam 60 detik
- Pomdam Tuanku Imam Bonjol telah memeriksa sepuluh saksi terkait insiden peluru nyasar di Universitas Negeri Padang yang melukai dua orang.
- Hingga saat ini, tim penyidik baru menemukan satu proyektil dari tubuh korban, sementara proyektil lainnya masih dicari.
- Investigasi masih berlangsung dengan fokus pada sumber tembakan, mengingat saat kejadian berlangsung latihan menembak di sekitar lokasi.

Penyelidikan kasus peluru nyasar yang melukai dua warga di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) masih terus berjalan. Tim Polisi Militer Kodam (Pomdam) XX/Tuanku Imam Bonjol telah memeriksa sepuluh orang saksi, namun belum dapat memastikan asal muasal proyektil yang menyebabkan luka tembak tersebut.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan sejak hari kejadian, Selasa (2/6), hingga Rabu (3/6). Para saksi terdiri dari rekan-rekan korban perempuan yang diketahui bernama Nova, sekitar tiga hingga empat orang, serta personel yang sedang melaksanakan kegiatan di lokasi saat insiden terjadi.
โKami dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol masih terus melakukan penyelidikan berkaitan dengan insiden tersebut. Sekitar sudah 10 orang kita catat dan ambil keterangannya,โ ujar Taufiq di Makodam, Padang, Rabu (3/6).
Dalam perkembangan penyelidikan, tim baru menemukan satu proyektil yang diambil dari tubuh korban. Sementara itu, proyektil kedua yang diduga mengenai korban lain belum ditemukan. Taufiq mengakui masih banyak pertanyaan yang harus dijawab, termasuk dugaan sumber senjata yang melepaskan tembakan.
โSementara ini baru satu proyektil. Apakah ada proyektil lain, karena korbannya dua? Itu yang sedang kita cari. Terus kita kumpulkan fakta di lapangan,โ kata Taufiq didampingi Dan Pomdam Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Laksono.
Insiden ini terjadi saat berlangsungnya latihan menembak di area yang berdekatan dengan kampus. Kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia, memicu pertanyaan tentang prosedur keamanan latihan militer di dekat permukiman atau institusi pendidikan. Masyarakat menanti kejelasan apakah tembakan tersebut berasal dari personel TNI atau pihak lain.
โKejadian yang terkait ini masih banyak pertanyaan-pertanyaan harus dijawab, sehingga pimpinan sudah menyampaikan ayo segera cari data fakta. Apalagi di waktu yang bersamaan ada kegiatan latihan menembak. Kami mohon kesabaran dari teman-teman media, beri kami waktu untuk lebih dalam melaksanakan penyelidikan,โ imbuh Taufiq.
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol berjanji akan terus mengupdate perkembangan penyelidikan. Pertanyaan kunci yang belum terjawab adalah apakah latihan menembak tersebut telah mengikuti prosedur keamanan yang ketat, dan bagaimana bisa proyektil mencapai area kampus. Publik berharap investigasi tuntas dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.



