Duka UFC: Petarung Brasil Allan Nascimento Meninggal Dunia di Usia 34 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Allan Nascimento, petarung kelas terbang UFC asal Brasil, ditemukan tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal akibat serangan jantung saat tidur.
- Kariernya di UFC dimulai 2021 dengan rekor 4-2, dan pertarungan terakhirnya berakhir dengan kekalahan split decision dari Mitch Raposo.
- Kepergiannya menyoroti risiko kesehatan yang dihadapi atlet MMA, memicu diskusi tentang perlunya pemeriksaan jantung rutin bagi petarung.

Dunia mixed martial arts (MMA) kembali berduka. Allan Nascimento, petarung kelas terbang asal Brasil yang bernaung di Ultimate Fighting Championship (UFC), dikabarkan meninggal dunia pada usia 34 tahun. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh UFC melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Senin pagi waktu setempat.
Menurut keterangan UFC, Nascimento ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di tempat tidurnya setelah diduga mengalami serangan jantung. Tim medis yang datang ke lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa petarung berjuluk "Puro Osso" itu tidak tertolong. "Meskipun ada upaya dari tim medis, dia dinyatakan meninggal di tempat," demikian bunyi pernyataan UFC.
Kabar ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga, rekan setim, dan para penggemar Nascimento. UFC pun menyampaikan belasungkawa mendalam. "Pikiran dan belasungkawa kami yang tulus untuk keluarga, teman, rekan setim, dan orang-orang terkasih Allan selama masa yang sangat sulit ini," tulis UFC dalam pernyataannya.
Nascimento memulai kariernya di UFC pada 2021. Selama lima tahun berkarier di organisasi MMA terbesar di dunia itu, ia tercatat menjalani enam pertarungan. Rekor akhirnya di UFC adalah empat kemenangan dan dua kekalahan. Pertarungan terakhirnya terjadi pada Juni lalu, di mana ia harus mengakui keunggulan Mitch Raposo melalui keputusan split decision. Secara keseluruhan, rekor MMA profesional Nascimento adalah 22 kemenangan dan 7 kekalahan.
Kepergian Nascimento menyoroti risiko kesehatan yang kerap mengintai para atlet MMA. Meski fisik mereka tampak prima, masalah jantung sering kali tidak terdeteksi dan bisa berakibat fatal. Di Indonesia, fenomena ini juga menjadi perhatian, terutama dengan semakin populernya MMA dan olahraga bela diri lainnya. Banyak atlet muda Indonesia yang bercita-cita menembus UFC, namun mereka perlu menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk jantung, sebelum dan selama berkarier.
Para ahli kesehatan olahraga menilai bahwa pemeriksaan kardiovaskular rutin sangat penting bagi atlet, terutama mereka yang menjalani latihan intensitas tinggi. "Serangan jantung pada atlet muda sering kali disebabkan oleh kondisi jantung yang tidak terdiagnosis, seperti kardiomiopati atau kelainan irama jantung," ujar seorang dokter spesialis jantung olahraga yang enggan disebut namanya. "Deteksi dini melalui EKG dan ekokardiografi bisa menyelamatkan nyawa."
Kematian Nascimento juga memicu pertanyaan tentang protokol kesehatan di UFC. Meskipun UFC mewajibkan pemeriksaan medis rutin, kasus ini menunjukkan bahwa tidak ada jaminan mutlak. Ke depan, mungkin perlu ada evaluasi lebih ketat terhadap riwayat kesehatan keluarga atlet dan pemeriksaan yang lebih mendalam, termasuk tes genetik untuk mendeteksi risiko penyakit jantung bawaan.
Bagi para penggemar MMA di Indonesia, kepergian Nascimento adalah pengingat bahwa di balik keganasan di dalam oktagon, para petarung adalah manusia biasa dengan risiko kesehatan yang nyata. Apakah kematian ini akan mendorong perubahan dalam cara UFC dan organisasi MMA lainnya menangani kesehatan jantung atlet? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi yang pasti, warisan Nascimento sebagai petarung tangguh akan selalu dikenang.



