Dewa United Banten Siap Ladeni Pelita Jaya di Semifinal IBL: Balas Dendam Musim Lalu
Baca dalam 60 detik
- Dewa United Banten akan menghadapi Pelita Jaya Jakarta di Game 1 semifinal IBL GoPay 2026, Sabtu malam (6/6), dalam format best-of-five.
- Laga ini menjadi ajang revans bagi Pelita Jaya yang kalah tipis di final IBL tahun lalu, sementara Dewa United berambisi mempertahankan momentum setelah menang di putaran pertama playoffs.
- Pelatih Dewa United, Agusti Julbe Bosch, menekankan pentingnya konsistensi dan fokus, mengingat Pelita Jaya memiliki keunggulan home advantage pada dua pertandingan awal.

Dewa United Banten mengincar kemenangan tandang saat meladeni Pelita Jaya Basketball Jakarta pada laga perdana semifinal IBL GoPay 2026, Sabtu (6/6) malam, di GOR Pelita Jaya. Pertemuan ini bukan sekadar babak playoff biasa, melainkan panggung revans bagi tim yang kalah di final musim lalu.
Pelatih Dewa United, Agusti Julbe Bosch, menilai duel nanti akan berjalan sengit. Kedua tim, menurutnya, dibangun dengan ambisi juara. "Ini akan menjadi matchup yang berat," ujar pelatih asal Spanyol itu. Ia juga mengingatkan anak asuhnya untuk menjaga konsistensi, mengingat format best-of-five memberikan ruang bagi tim lawan untuk memanfaatkan keunggulan kandang pada dua laga awal.
Guard andalan Dewa United, Donell Cooper II, menambahkan bahwa Pelita Jaya adalah lawan yang sulit. Ia meminta rekan setimnya tetap fokus pada persiapan sendiri. "Kami harus fokus pada detail-detail permainan, dan saya rasa kami akan baik-baik saja," kata Cooper. Ia menilai Dewa United memiliki modal positif setelah tampil solid di putaran pertama playoffs, meski semifinal adalah tantangan berbeda.
Persaingan kedua tim memanas setelah final IBL tahun lalu. Dewa United yang sempat tertinggal 0-1 mampu membalikkan keadaan dalam dua pertandingan terakhir, merebut gelar juara IBL untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Kini, Pelita Jaya haus balas dendam, sementara Dewa United ingin membuktikan bahwa gelar tersebut bukan kebetulan.
Di musim reguler, kedua tim saling mengalahkan. Dewa United mencuri kemenangan 81-70 di kandang Pelita Jaya, tetapi sebelumnya mereka kalah 82-98 saat membuka musim. Rekor ini menunjukkan bahwa laga nanti bisa berjalan ketat dan sulit diprediksi.
Bagi pecinta basket Indonesia, semifinal ini menjadi tontonan menarik karena mempertemukan dua tim dengan motivasi tinggi. Pelita Jaya ingin mengembalikan harga diri, sementara Dewa United berusaha mempertahankan mahkota. Pertanyaannya, mampukah Dewa United kembali mencuri kemenangan di kandang lawan, atau justru Pelita Jaya yang akan memanfaatkan faktor kandang untuk unggul lebih dulu?



