FIFA Rilis Album Resmi Piala Dunia 2026: Kolaborasi 18 Lagu dari 3 Benua
Baca dalam 60 detik
- FIFA meluncurkan album resmi Piala Dunia 2026 dengan 18 lagu yang melibatkan puluhan musisi dari berbagai negara, menandai proyek musik terbesar dalam sejarah turnamen.
- Album ini menjadi platform kolaborasi lintas genre dan bahasa, mencerminkan semangat inklusivitas yang diusung turnamen yang digelar di tiga negara.
- Bagi penggemar di Indonesia, album ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal musisi global, sekaligus menambah semarak menyambut Piala Dunia 2026.
FIFA secara resmi memperkenalkan album resmi Piala Dunia 2026 yang terdiri dari 18 lagu, melibatkan puluhan musisi dari berbagai benua. Proyek ini disebut sebagai koleksi musik multi-lagu terbesar dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Album yang diberi tajuk Official FIFA World Cup 2026 Album ini sudah bisa dipesan lebih dulu (pre-save) di seluruh platform streaming. FIFA Sound, divisi musik FIFA, merilis album ini setelah sebelumnya meluncurkan enam singel seperti Lighter, Por Ella, dan Echo. Kini, seluruh daftar lagu dan kolaborasi diumumkan secara utuh.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut album ini sebagai skuad musik yang luar biasa kuat, sepadan dengan skala turnamen terbesar dalam sejarah. "Dari superstar global hingga suara-suara baru yang membentuk masa depan musik, album ini menampilkan artis dari berbagai benua, bahasa, dan genre," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Beberapa kolaborasi yang menonjol antara lain Three Nations yang menggabungkan 21 Savage, Nata Cano, dan French Montana; No Place Like Home dari Major Lazer, Nelly Furtado, dan Davido; serta remix In the Stars dari The Rolling Stones. Ada pula Siir Siir yang memadukan Nora Fatehi (India), Vegedream (Prancis), dan Sanjoy (Bangladesh).
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, album ini bisa menjadi jembatan untuk mengenal lebih dekat musisi dari negara tuan rumah dan kawasan lain. Meski tidak ada artis Indonesia yang terlibat, semangat kolaborasi global ini sejalan dengan antusiasme tinggi masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia. Turnamen 2026 akan menjadi yang pertama digelar di tiga negara: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
FIFA juga mengingatkan bahwa tiket pertandingan dan paket hospitality resmi hanya tersedia melalui FIFA.com/tickets. Penggemar disarankan untuk rutin mengecek situs tersebut karena tiket tambahan akan dirilis secara berkala. Pasar jual-beli kembali (resale) juga disediakan bagi pemegang tiket yang berhak.
Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan panggung kolaborasi seni berskala global. Dengan 18 trek yang mewakili keragaman musik dunia, FIFA berharap album ini mampu menyatukan penggemar sepak bola dari berbagai latar belakang. Pertanyaannya, akankah album ini mampu meninggalkan jejak sekuat Waka Waka atau We Are One? Hanya waktu yang akan menjawab, namun langkah FIFA kali ini jelas menunjukkan ambisi untuk menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai perayaan budaya yang utuh.



