Pencopotan Kepala BGN: Desakan Publik Berujung pada Perombakan Total
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN setelah evaluasi 1,5 tahun dan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai pengganti.
- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menilai langkah ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat dan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pemerintah berharap perombakan pimpinan BGN tidak mengganggu pelayanan MBG, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7644123/original/039221700_1780434780-00face8d-f82e-4eae-8810-216916d1d6de.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai penggantinya. Keputusan ini diumumkan pada Selasa, 2 Juni 2026, setelah melalui proses pemantauan dan evaluasi yang berlangsung selama satu setengah tahun terhadap program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik langkah presiden tersebut. Menurutnya, pencopotan Dadan merupakan bentuk respons pemerintah terhadap aspirasi publik yang menginginkan perbaikan tata kelola BGN. "Kami mengapresiasi pemerintah yang telah mendengarkan masukan dari masyarakat, penerima manfaat, lintas kementerian, dan DPR," ujar Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta. Ia menegaskan bahwa DPR meyakini pergantian pimpinan tidak akan mengganggu kelancaran program MBG, dan justru diharapkan membawa perbaikan signifikan, terutama bagi daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa keputusan presiden didasarkan pada temuan-temuan selama masa monitoring. "Banyak catatan yang menjadi bahan pertimbangan, mulai dari kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur, tata kelola organisasi, hingga menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan," jelas Prasetyo dalam konferensi pers di Kantor Presiden. Ia menambahkan bahwa catatan-catatan tersebut diharapkan segera diperbaiki oleh pimpinan baru.
Selain mengangkat Nanik Sudaryati Deyang, Prabowo juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Prasetyo menyampaikan harapan presiden agar jajaran baru segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. "Pastikan program BGN dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya," tegas Prasetyo mengutip perintah presiden.
Bagi masyarakat Indonesia, perombakan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius mengevaluasi program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Program MBG yang menyasar anak sekolah dan ibu hamil di seluruh Indonesia, terutama di wilayah 3T, membutuhkan tata kelola yang ketat dan akuntabel. Dengan pimpinan baru, publik berharap BGN mampu meningkatkan kualitas layanan dan memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: akankah Nanik Sudaryati Deyang dan timnya mampu membawa perubahan yang diharapkan, atau justru akan menghadapi tantangan serupa seperti pendahulunya?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7709284/original/062279400_1780509884-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_18.47.12__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7834660/original/000912400_1780655228-cek_fakta_-_sherly_laos.jpg)
