Kebakaran Gedung di New Delhi Tewaskan 18 Orang, WNA Pasien Medis Jadi Korban
Baca dalam 60 detik
- Setidaknya 18 orang tewas dalam kebakaran gedung di kawasan Malviya Nagar, New Delhi, pada Rabu (3/6).
- Sebagian korban adalah warga negara asing yang datang ke India untuk berobat, sementara 37 orang berhasil dievakuasi.
- Insiden ini kembali menyoroti lemahnya penegakan aturan keselamatan bangunan di India, yang juga relevan dengan risiko serupa di Indonesia.

Kebakaran hebat melanda sebuah gedung bertingkat di kawasan Malviya Nagar, New Delhi, India, pada Rabu (3/6) dan menewaskan sedikitnya 18 orang. Peristiwa ini juga melukai sejumlah penghuni lainnya, termasuk beberapa warga negara asing yang tengah menjalani perawatan medis di negara bagian tersebut.
Gedung yang terbakar memiliki restoran di lantai dasar dan unit hunian di lantai atas. Tim pemadam kebakaran setempat berhasil mengevakuasi 37 orang dari dalam bangunan, menurut Abhilash Malik, pejabat dinas pemadam kebakaran New Delhi. Namun, empat jenazah ditemukan di lokasi kejadian, seperti dikonfirmasi oleh Jitendra Kumar, pejabat senior administrasi setempat.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, meskipun api telah berhasil dipadamkan. Foto-foto dari lokasi menunjukkan petugas pemadam berusaha menjinakkan kobaran api sementara asap tebal mengepul dari gedung. Warga sekitar juga turut serta dalam upaya penyelamatan, membantu mengevakuasi orang-orang yang terjebak dan membawa korban luka ke tempat aman.
Kebakaran di India kerap terjadi akibat lemahnya penegakan aturan bangunan dan keselamatan. Banyak gedung, terutama di kawasan padat penduduk, dibangun tanpa mematuhi standar proteksi kebakaran yang memadai. Insiden ini menambah daftar panjang tragedi serupa di negara tersebut, yang menimbulkan korban jiwa setiap tahunnya.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keselamatan gedung. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, masih banyak bangunan yang tidak dilengkapi sistem pemadam kebakaran memadai atau jalur evakuasi yang jelas. Pemerintah daerah perlu memperketat pengawasan dan sanksi bagi pelanggar, mengingat risiko kebakaran dapat terjadi kapan saja.
Ke depannya, investigasi menyeluruh diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran dan memastikan adanya pertanggungjawaban. Pertanyaan yang muncul: apakah pemilik gedung telah memenuhi standar keselamatan? Dan bagaimana nasib para korban, terutama WNA yang datang untuk berobat? Tragedi ini seharusnya mendorong perbaikan sistem keselamatan bangunan, tidak hanya di India, tetapi juga di negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa.



