PLN Pangkas Anak Usaha dari 44 ke 23: Efisiensi atau Restrukturisasi Besar-besaran?
Baca dalam 60 detik
- PLN menargetkan pengurangan jumlah anak usaha dari 44 menjadi 23 entitas pada 2028 melalui konsolidasi, divestasi, dan restrukturisasi portofolio.
- Langkah ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang didorong oleh BP BUMN dan Danantara untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem kelistrikan nasional.
- Pasca gangguan listrik di Sumatra, PLN juga mempercepat penguatan infrastruktur transmisi dan pembangkit untuk mencegah blackout serupa.

PT PLN (Persero) berencana memangkas jumlah anak usahanya dari 44 menjadi 23 entitas pada tahun 2028, sebuah langkah restrukturisasi yang dinilai sebagai upaya efisiensi di tengah tekanan transformasi bisnis dan keandalan pasokan listrik nasional.
Keputusan ini mengemuka dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi PLN. Dalam forum tersebut, PLN memaparkan peta jalan penyederhanaan struktur usaha melalui sejumlah strategi, mulai dari streamlining, konsolidasi, hingga divestasi portofolio bisnis yang dinilai tidak lagi sejalan dengan fokus utama perusahaan.
โPLN terus mempercepat transformasi bisnis dan penguatan sistem ketenagalistrikan nasional. Hingga tahun 2028, PLN menargetkan penyederhanaan struktur usaha dari 44 entitas menjadi 23 entitas,โ demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram BP BUMN, Rabu (3/6/2026).
Langkah ini bukan tanpa alasan. Dengan jumlah anak usaha yang mencapai 44 entitas, beban biaya operasional dan kompleksitas tata kelola dinilai menjadi salah satu penghambat efisiensi. Pengamat BUMN menilai, pemangkasan ini bisa menghemat biaya koordinasi dan memungkinkan manajemen fokus pada bisnis inti kelistrikan.
Selain restrukturisasi korporasi, PLN juga menyoroti progres implementasi Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Dari total proyek yang direncanakan, hampir 40% atau sekitar 1.634 proyek telah memasuki tahap eksekusi. Angka ini menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, terutama di luar Jawa yang selama ini menjadi tantangan utama.
Pasca gangguan listrik (blackout) yang melanda Sumatra beberapa waktu lalu, PLN juga melakukan evaluasi menyeluruh. Perusahaan berencana menambah kapasitas pembangkit dan memperkuat jaringan transmisi di Sumatera, termasuk proyek jalur 500 kV, 275 kV, dan 150 kV. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem dan mencegah terulangnya pemadaman massal.
โMelalui transformasi yang terukur dan penguatan infrastruktur ketenagalistrikan secara berkelanjutan, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong PLN menjadi perusahaan energi yang semakin efisien, andal, dan kompetitif,โ tulis pernyataan resmi BP BUMN.
Bagi investor dan pelaku industri, restrukturisasi ini menjadi sinyal bahwa PLN serius melakukan perampingan. Namun, tantangan tetap ada: bagaimana memastikan efisiensi tidak mengorbankan pelayanan di daerah terpencil? Pertanyaan ini akan menjadi ujian bagi transformasi PLN ke depan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7834190/original/068511000_1780654600-IMG_2910.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7821886/original/018286300_1780640642-13bfc215-5e28-4ab4-bf54-0689360bdd45.jpg)
