Inter Milan Tahan Godaan €40 Juta demi Aleksandar Stankovic?
Baca dalam 60 detik
- Inter mengaktifkan opsi pembelian kembali Aleksandar Stankovic dari Club Brugge sebesar €23 juta, namun pemain berusia 20 tahun itu kemungkinan besar akan dijual dengan harga dua kali lipat.
- Klub-klub Premier League dan Bundesliga dikabarkan siap menggelontorkan €40 juta untuk merekrut gelandang Serbia tersebut, membuat masa depannya di San Siro masih abu-abu.
- Pelatih anyar Inter, Cristian Chivu, berencana mengevaluasi Stankovic dalam pramusim, tetapi manajemen klub lebih condong pada opsi penjualan demi keuntungan finansial.

Inter Milan kembali menggandeng Aleksandar Stankovic dengan menebus klausul pembelian kembali sebesar €23 juta dari Club Brugge. Namun, kepastian gelandang muda Serbia itu bertahan di Giuseppe Meazza masih diragukan. Pasalnya, sejumlah klub papan atas Eropa dikabarkan siap mengajukan tawaran hingga €40 juta pada bursa transfer musim panas ini.
Stankovic, putra legenda Inter Dejan Stankovic, menghabiskan musim 2025-26 dengan status pinjaman di Belgia. Penampilannya bersama Club Brugge terbilang moncer: sembilan gol dan lima assist dalam 55 pertandingan di semua kompetisi. Catatan itu memicu minat dari berbagai klub, terutama dari Inggris dan Jerman.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, agen Stankovic telah diberi tahu tentang ketertarikan serius dari klub-klub Premier League yang siap membayar mahal. Inter sendiri, sebagai juara Serie A musim lalu, disebut terbuka melepas pemain berusia 20 tahun itu jika ada tawaran mencapai €40 juta. Selisih harga yang nyaris dua kali lipat dari biaya pembelian kembali menjadi daya tarik tersendiri bagi manajemen Nerazzurri.
Di sisi lain, pelatih anyar Inter, Cristian Chivu, yang pernah menangani Stankovic di tim Primavera musim 2022-23, dikabarkan ingin melihat langsung kemampuan sang gelandang dalam sesi pramusim. Chivu, yang baru saja menggantikan Simone Inzaghi, menilai Stankovic memiliki potensi besar untuk menjadi pemain inti. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan direksi klub yang lebih mementingkan keseimbangan keuangan.
Fenomena ini mengingatkan pada strategi bisnis Inter yang kerap memanfaatkan pemain muda sebagai aset investasi. Sebelumnya, klub asal Milan itu sukses meraup untung dari penjualan pemain seperti Achraf Hakimi dan Romelu Lukaku. Dengan Stankovic yang masih terikat kontrak hingga 2029, Inter memiliki posisi tawar yang kuat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan transfer ini menarik untuk diikuti. Liga Italia masih menjadi salah satu liga yang banyak dipantau, apalagi dengan kehadiran pemain keturunan Indonesia seperti Jay Idzes di Venezia. Jika Stankovic hengkang ke Premier League atau Bundesliga, persaingan di lini tengah klub-klub Eropa kian sengit.
Keputusan Inter akan menjadi sinyal apakah klub tersebut lebih mengutamakan prestasi jangka pendek atau keuntungan finansial. Jika Chivu berhasil meyakinkan manajemen untuk mempertahankan Stankovic, maka skema lini tengah Inter musim depan bisa berubah. Namun, jika tawaran €40 juta benar-benar datang, kecil kemungkinan San Siro menjadi rumah jangka panjang bagi pemain Serbia itu.



