Nathan Tjoe-A-On Kembali ke Timnas: Persaingan Ketat di Bek Kiri, Siapa Bertahan?
Baca dalam 60 detik
- Nathan Tjoe-A-On masuk skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik.
- Pemain naturalisasi itu menegaskan tidak bisa bersantai karena persaingan di pos bek kiri sangat ketat, dengan nama-nama seperti Calvin Verdonk dan Dony Tri Pamungkas.
- Kepindahannya ke Willem II Tilburg pada 2025 membuahkan hasil manis: promosi ke Eredivisie, mengakhiri masa sulit di Swansea City.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7592357/original/058950900_1780375041-nathan.jpg)
Nathan Tjoe-A-On kembali dipanggil memperkuat Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026, dan ia mengaku bangga sekaligus sadar bahwa persaingan di skuad Garuda kian sengit. Bek kiri keturunan Indonesia-Belanda itu menjadi salah satu dari 23 pemain yang akan menghadapi Oman (5 Juni) dan Mozambik (9 Juni) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Bagi Nathan, setiap panggilan membela tim Merah Putih adalah kehormatan yang tak pernah pudar. βSebuah kebanggaan, setiap waktu,β tulisnya di Instagram pada Selasa (2/6/2026). Namun di balik rasa syukur itu, ia mengakui bahwa posisinya tidak aman. Di sektor bek kiri, pelatih John Herdman memiliki opsi lain seperti Calvin Verdonk, Dony Tri Pamungkas, dan Dean James yang kali ini absen. Persaingan internal menjadi motivasi ekstra bagi eks pemain Swansea City itu untuk terus membuktikan diri.
Keputusan Nathan meninggalkan Swansea City pada musim panas 2025 terbukti menjadi titik balik kariernya. Di klub Wales itu, ia nyaris tidak mendapat menit bermain. Bergabung dengan Willem II Tilburg, ia justru menjadi bagian penting dalam tim yang sukses meraih tiket promosi ke Eredivisie 2026/2027 setelah mengalahkan Volendam di playoff. Kesuksesan ini tidak hanya mengangkat performanya di level klub, tetapi juga memperkuat posisinya di mata pelatih Timnas Indonesia.
John Herdman, pelatih asal Kanada yang menukangi Garuda, memiliki pekerjaan rumah tersendiri. Ia harus mengelola rotasi pemain di tengah padatnya jadwal dan absennya beberapa pilar seperti Jay Idzes. Dalam sesi latihan di Stadion Madya, Senin (1/6/2026), Herdman juga memimpin pemilihan kapten tim yang jatuh pada Rizky Ridho. Situasi ini menunjukkan bahwa setiap pemain, termasuk Nathan, harus siap bersaing dan memberikan kontribusi maksimal.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, kehadiran Nathan dan pemain naturalisasi lainnya menjadi angin segar. Namun, persaingan ketat di posisi bek kiri justru menjadi indikator positif: kedalaman skuad Garuda semakin membaik. Pertanyaannya, akankah Nathan mampu mempertahankan tempatnya di starting XI saat menghadapi Oman dan Mozambik? Atau justru pemain lain yang akan unjuk gigi? Dua laga di GBK akan menjadi jawabannya.



