Samurai Blue Berangkat ke Meksiko: Misinya Bikin Jepang Rayakan Gelar Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Timnas Jepang bertolak ke Meksiko untuk pemusatan latihan pra-Piala Dunia 2026, dengan Daichi Kamada bergabung setelah membantu Crystal Palace juara Conference League.
- Jepang akan menjalani kamp di Monterrey untuk adaptasi panas, lalu pindah ke Nashville, Tennessee, sebelum turnamen yang digelar di tiga negara.
- Pelatih Hajime Moriyasu menargetkan kemenangan Piala Dunia, sebuah ambisi yang relevan bagi Indonesia yang mulai serius mengembangkan sepak bola.

Tim nasional Jepang resmi memulai perjalanan menuju Piala Dunia 2026 dengan bertolak ke Meksiko pada Selasa (3/6) untuk menjalani pemusatan latihan pra-turnamen. Skuad Samurai Blue yang diperkuat 26 pemain, termasuk gelandang Daichi Kamada yang baru saja mengantarkan Crystal Palace juara Conference League, langsung menuju Monterrey untuk beradaptasi dengan cuaca panas sebelum pindah ke base camp di Nashville, Tennessee.
Pelatih Hajime Moriyasu, dalam upacara pelepasan di Bandara Narita, menyatakan ambisi besar timnya. โKami akan berusaha sebaik mungkin agar rakyat Jepang bisa merayakan kemenangan Piala Dunia,โ ujarnya. Target itu bukan sekadar retorika; Jepang tampil konsisten di turnamen besar dan kini ingin melampaui pencapaian terbaik mereka, yaitu lolos ke babak 16 besar pada 2018 dan 2022.
Jepang tergabung di Grup F bersama Belanda, Tunisia, dan Swedia. Laga perdana akan digelar di Stadion Dallas pada 14 Juni melawan Belanda, disusul Tunisia di Monterrey pada 20 Juni, dan Swedia di Dallas pada 25 Juni. Grup ini tergolong berat, dengan Belanda sebagai unggulan dan Swedia yang selalu merepotkan.
Ketidakhadiran Kamada pada laga uji coba terakhir Jepang melawan Islandia (1-0, 1 Juni) sempat menjadi sorotan. Namun, sang gelandang mendapat izin khusus setelah membantu Crystal Palace menjuarai Conference League lewat kemenangan 1-0 atas Rayo Vallecano. Kehadirannya kini melengkapi skuad yang diharapkan bisa tampil optimal di turnamen yang digelar di tiga negara: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Bagi Indonesia, perjalanan Jepang ini memberikan gambaran tentang pentingnya persiapan matang, termasuk adaptasi iklim dan pemusatan latihan di luar negeri. Timnas Indonesia, yang mulai menunjukkan peningkatan di level Asia, bisa mencontoh pendekatan Jepang yang sistematis dalam membangun skuad kompetitif. Keberhasilan Jepang mengirimkan pemain ke liga Eropa dan mempertahankan inti tim juga menjadi pelajaran berharga.
Moriyasu, yang telah menangani Jepang sejak 2018, dikenal sebagai pelatih yang disiplin dan mampu membangun chemistry tim. Ia memanfaatkan pengalaman pemain seperti Kamada, yang bermain di Premier League, untuk memperkuat lini tengah. Pertanyaan besarnya: bisakah Jepang akhirnya menembus babak perempat final untuk pertama kalinya? Atau bahkan, seperti yang diimpikan Moriyasu, membawa pulang trofi? Jawabannya akan mulai terlihat di Dallas, 14 Juni nanti.

