Garuda Pertiwi Siap Ladeni Singapura di Laga Uji Coba Bergengsi
Baca dalam 60 detik
- Timnas putri Indonesia akan berhadapan dengan Singapura dalam ajang Women’s Garuda Championship Series 2026 di Bandung.
- Pelatih Satoru Mochizuki menegaskan laga ini menjadi ajang pengembangan pemain, bukan sekadar mengejar kemenangan.
- Pertandingan digelar tanpa penonton, yang dinilai bisa mengurangi tekanan mental para pemain.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7609778/original/083804700_1780394841-1000436183.jpg)
Timnas putri Indonesia akan menguji kekuatan Singapura dalam laga bertajuk Women’s Garuda Championship Series 2026, Rabu (3/6/2026) malam di Stadion SPOrT Jabar, Bandung. Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Garuda Pertiwi untuk mengasah kemampuan setelah gagal melaju ke Piala Asia Putri 2026.
Pelatih Satoru Mochizuki memastikan persiapan timnya sudah optimal. Skuad asuhannya telah menjalani pemusatan latihan sejak awal Mei, sehingga bekal fisik dan taktik dinilai cukup matang. "Persiapan kami sudah sejak awal Mei, jadi seharusnya sudah cukup untuk menghadapi Singapura nanti," ujar Mochizuki dalam konferensi pers di Bandung, Selasa (2/6/2026).
Bagi Mochizuki, laga ini bukan semata soal hasil akhir. Ia menekankan pentingnya pengalaman internasional bagi para pemain, terutama setelah kegagalan di kualifikasi Piala Asia. "Dengan adanya pertandingan internasional seperti ini, kami berharap para pemain mendapatkan pengalaman berharga dan bisa berkembang lebih baik lagi," harap pelatih asal Jepang yang akrab disapa Mochi itu.
Meski optimistis, Mochizuki mengingatkan anak asuhnya untuk tidak lengah. Ia memuji kualitas pelatih Singapura yang merupakan teman dekatnya. "Pelatih Singapura teman baik saya. Dia pelatih yang bagus, jadi kami harus berhati-hati," imbuhnya. Namun, ia mengaku belum bisa memprediksi gaya bermain lawan karena perkembangan sepak bola putri di Asia Tenggara dinamis dan penuh kejutan.
Pertandingan ini juga menjadi ujian mental bagi para pemain, karena digelar tanpa penonton. Mochizuki mengakui atmosfer akan terasa berbeda, tetapi ia melihat sisi positif. "Kalau ada penonton biasanya pemain lebih gugup. Kali ini tidak ada, mungkin pemain bisa bermain lebih lepas tanpa tekanan," pungkasnya.
Laga melawan Singapura diharapkan menjadi batu loncatan bagi sepak bola putri Indonesia yang masih dalam fase pengembangan. Dengan pengalaman internasional yang terus bertambah, Garuda Pertiwi diharapkan mampu bersaing di level yang lebih tinggi di masa depan. Pertanyaan besarnya, bisakah mereka memanfaatkan momentum ini untuk membangun fondasi yang lebih kokoh?



