Dominasi Klub Asia Tenggara: Persib, JDT, dan Buriram Ukir Sejarah Musim 2025/2026
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung mempertahankan gelar BRI Super League untuk ketiga kalinya berturut-turut setelah mengungguli Borneo FC dalam duel ketat.
- Johor Darul Ta'zim memperpanjang rekor tak terkalahkan di Malaysia Super League sejak 2015, sementara Buriram United meraih gelar kelima beruntun di Thai League 1.
- Sandy Walsh menjadi pemain Indonesia paling sukses di Thailand dengan tiga trofi bersama Buriram United, membuka peluang raihan lebih banyak.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6940247/original/064310800_1779708765-0S6A0173.jpg.jpeg)
Musim kompetisi 2025/2026 di Asia Tenggara resmi berakhir dengan sejumlah klub menunjukkan dominasi yang sulit ditandingi. Persib Bandung, Johor Darul Ta'zim (JDT), dan Buriram United menjadi sorotan utama setelah berhasil mempertahankan mahkota juara di liga masing-masing, menegaskan status mereka sebagai kekuatan sepak bola regional.
Persib Bandung sukses meraih gelar BRI Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kepastian ini diraih setelah Persib unggul head-to-head atas Borneo FC Samarinda dalam persaingan yang berlangsung sengit sepanjang musim. Ketatnya persaingan membuat Persib harus bekerja keras meredam tekanan dari Borneo FC yang tampil konsisten. Pawai trofi yang digelar di Kota Bandung disambut antusiasme ribuan Bobotoh, dengan berbagai atraksi unik seperti trofi tiruan raksasa dan helm gas elpiji.
Di Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT) kembali menunjukkan superioritasnya. Klub berjuluk Harimau Selatan itu sukses menjuarai Malaysia Super League 2025/2026, memperpanjang rekor tak pernah absen meraih gelar liga domestik sejak 2015. Dominasi JDT dianggap sebagai salah satu yang paling impresif di Asia Tenggara, dengan investasi pemain dan infrastruktur yang konsisten.
Sementara itu, Buriram United mempertahankan tahta Thai League 1 untuk kelima kalinya berturut-turut. Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi pemain Indonesia, Sandy Walsh. Bek kanan Timnas Garuda itu menjadi pilar penting dalam tiga gelar yang diraih Buriram musim ini: Thai League 1, Shopee Cup, dan Thai FA Cup. Walsh dinilai sebagai pemain Indonesia paling sukses di Thailand, dan dengan proyek klub yang ambisius, ia berpotensi menambah koleksi trofinya.
Dominasi klub-klub ini mencerminkan kesenjangan kompetitif yang semakin lebar di liga domestik Asia Tenggara. Persib, JDT, dan Buriram tidak hanya unggul dari segi finansial, tetapi juga dalam manajemen skuad dan pengembangan pemain. Bagi Indonesia, keberhasilan Persib menjadi kebanggaan, sementara kiprah Sandy Walsh di Thailand membuka peluang bagi pemain lain untuk berkarier di luar negeri.
Ke depan, tantangan bagi klub-klub lain adalah memutus rantai dominasi ini. Borneo FC hampir mengejutkan Persib, sementara di Malaysia dan Thailand, persaingan masih didominasi oleh satu atau dua klub. Akankah musim depan lahir juara baru, atau dominasi ini akan terus berlanjut?



