Wabah Ebola di Kongo Gagalkan Laga Uji Coba Timnas Melawan Chile
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah kota La Linea de la Concepcion di Spanyol membatalkan laga persahabatan DR Kongo vs Chile karena risiko penyebaran virus Ebola dari Afrika.
- Wabah Ebola varian Bundibugyo di Kongo timur belum memiliki vaksin, dan WHO memperkirakan vaksin baru siap dalam sembilan bulan.
- Pembatalan ini menambah kekhawatiran global terhadap kesiapan logistik dan kesehatan menjelang Piala Dunia 2026, terutama bagi tim yang berasal dari zona endemis.

Pertandingan persahabatan antara Republik Demokratik Kongo dan Chile yang dijadwalkan berlangsung di Spanyol pekan depan resmi dibatalkan. Keputusan itu diambil setelah otoritas setempat menyoroti risiko kesehatan terkait wabah Ebola yang masih melanda negara Afrika tersebut.
Wali Kota La Linea de la Concepcion, Juan Franco, menandatangani dekret yang melarang laga yang sedianya digelar pada 9 Juni itu. Dalam pernyataannya, Franco menyebut langkah ini sebagai "tindakan pencegahan" setelah mendapat rekomendasi dari dinas kesehatan regional Andalusia dan departemen medis kota setempat. "Laporan dari kepala dinas kesehatan La Linea menyarankan secara tegas agar pertandingan tidak digelar mengingat risiko kesehatan yang mungkin timbul," ujar Franco.
La Linea, kota pesisir berpenduduk sekitar 65.000 jiwa di provinsi Cadiz dekat perbatasan Gibraltar, seharusnya menjadi tuan rumah laga tersebut sebagai bagian dari persiapan kedua tim menuju Piala Dunia. Namun, kekhawatiran akan penyebaran virus Ebola dari Kongo membuat rencana itu batal.
Timnas DR Kongo saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Belgia setelah sebelumnya membatalkan rencana kamp pelatihan di ibu kota Kinshasa akibat wabah Ebola di bagian timur negara itu. Menurut informasi yang dihimpun BBC Sport, tidak ada satu pun pemain DR Kongoโyang semuanya bermain di klub luar negeriโyang baru-baru ini mengunjungi tanah air mereka. Namun, sebagian staf pendukung dan penggemar dilaporkan datang dari sana.
DR Kongo dijadwalkan menghadapi Denmark dalam laga uji coba di Liege pada Rabu depan. Sementara itu, otoritas kesehatan AS telah melarang masuknya warga non-Amerika yang pernah berada di DR Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir sebagai respons terhadap wabah Ebola. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya dampak wabah terhadap mobilitas internasional.
Bagi Indonesia, situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya protokol kesehatan ketat dalam penyelenggaraan acara olahraga internasional. Meskipun Indonesia bukan negara endemis Ebola, pengalaman menangani wabah seperti COVID-19 menunjukkan bahwa kerja sama global dan kesiapsiagaan medis sangat krusial. Apalagi, Indonesia juga kerap menjadi tuan rumah turnamen sepak bola internasional, seperti Piala Dunia U-20 yang sempat tertunda.
DR Kongo sendiri akan memulai petualangan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Portugal di Houston pada 17 Juni, sebelum bertolak ke Guadalajara, Meksiko, untuk melawan Kolombia, dan kembali ke AS untuk berhadapan dengan Uzbekistan di Atlanta. Pembatalan laga uji coba ini tentu mengganggu persiapan tim asuhan Hector Cuper, terutama dalam membangun kekompakan tim.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah wabah Ebola akan mempengaruhi partisipasi penuh DR Kongo di Piala Dunia? Atau akankah ada pembatasan lebih lanjut dari negara tuan rumah? Yang jelas, kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah euforia sepak bola dunia.



