Koeman Ogah Jemawa, Tapi Optimistis Timnas Belanda Bisa Melaju Jauh di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Belanda Ronald Koeman enggan membuat prediksi berani, namun mengaku lebih percaya diri dibanding jelang Euro 2024 karena skuad lebih fit.
- Belanda tergabung di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia—lawan yang dianggap tidak ringan oleh Koeman.
- Koeman menekankan pentingnya realisme tanpa mengurangi ambisi: Belanda punya kualitas, tapi negara lain juga tidak kalah kuat.
Pelatih tim nasional Belanda, Ronald Koeman, menolak membuat prediksi muluk-muluk mengenai peluang timnya di Piala Dunia 2026, namun ia mengakui memiliki keyakinan yang lebih besar dibandingkan menjelang turnamen sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan Koeman dalam konferensi pers jelang laga uji coba melawan Aljazair, Selasa (2/6) waktu setempat.
Belanda, yang mencapai semifinal Euro 2024, akan memulai perjuangan di Amerika Utara—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat—dengan modal skuad yang lebih lengkap. "Perasaan saya lebih baik sekarang dibanding dua tahun lalu saat Euro," ujar Koeman. "Tapi apa artinya 'lebih baik'? Turnamen lalu kami kehilangan pemain karena cedera. Kali ini semua tampak fit, itu perbedaannya. Tapi apakah kami benar-benar lebih baik? Itu harus dibuktikan."
Koeman mengakui bahwa membuat prediksi adalah tugas berisiko. "Jika Anda bilang kami akan jadi juara dunia, orang akan tanya dasarnya apa. Jika Anda bilang kami kuda hitam, orang bilang Anda tidak percaya diri. Saya sangat percaya pada skuad ini, tapi ada negara lain dengan kualitas tinggi. Kita harus realistis. Itu tidak berarti saya tidak yakin kami bisa melaju jauh. Saya sangat yakin."
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, sikap Koeman mencerminkan pendekatan yang hati-hati namun percaya diri—gaya yang kerap ditemukan pada pelatih Eropa. Meski Belanda bukan unggulan utama seperti Brasil atau Prancis, konsistensi mereka di turnamen besar patut diperhitungkan. Grup F sendiri dianggap cukup seimbang: Jepang tampil solid di Piala Asia, Swedia memiliki tradisi kuat, dan Tunisia kerap merepotkan tim besar.
Koeman menekankan bahwa persaingan di Piala Dunia kali ini sangat ketat. "Ada banyak tim bagus. Anda harus mengakui itu dan realistis. Tapi saya percaya kami bisa bersaing," katanya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Belanda tidak akan mudah menyerah, namun juga tidak ingin terbebani ekspektasi berlebihan.
Ke depan, konsistensi performa di laga uji coba dan kebugaran pemain akan menjadi kunci. Jika Belanda mampu melewati fase grup, bukan tidak mungkin mereka kembali menjadi kuda hitam yang merepotkan. Pertanyaannya, akankah skuad Oranye mampu mengulangi pencapaian 2010 saat menjadi runner-up? Atau justru tersandung di babak awal? Hanya waktu yang bisa menjawab.



