Indonesia Runner-Up Piala Dunia Sepak Bola 7x7 2026: Kalahkan Brasil, Takluk di Final
Baca dalam 60 detik
- Timnas FA7 Indonesia menembus final IFA7 World Championship 2026 setelah menyingkirkan Brasil lewat adu penalti.
- Di partai puncak, Garuda harus mengakui keunggulan tuan rumah Honduras dan pulang dengan medali perak.
- Prestasi ini menjadi modal berharga bagi pengembangan sepak bola tujuh pemain di Indonesia dari Aceh hingga Papua.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7531499/original/065115200_1780305553-WhatsApp_Image_2026-06-01_at_14.49.44.jpeg)
Timnas Football Association (FA) 7 Indonesia mengukir sejarah baru dengan menjadi runner-up IFA7 World Championship 2026 yang digelar di Honduras, Senin (1/6/2026). Meski gagal membawa pulang trofi juara setelah dikalahkan tuan rumah di final, pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola mini di Tanah Air.
Perjalanan Indonesia menuju partai puncak dipenuhi kejutan. Di babak semifinal, skuad Garuda sukses menumbangkan Brasilโsalah satu raksasa sepak bola duniaโmelalui drama adu penalti dengan skor 2-1. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa sepak bola tujuh pemain Indonesia mampu bersaing di level tertinggi internasional.
Di laga final yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Indonesia harus menghadapi tekanan luar biasa dari pendukung tuan rumah. Meski tampil dengan permainan kolektif dan disiplin, Garuda akhirnya takluk dan harus puas dengan medali perak. Momen berkumandangnya lagu Indonesia Raya di stadion tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh rakyat.
Presiden FA7 Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro, menyebut pencapaian ini sebagai persembahan spesial bagi bangsa Indonesia. "Kami persembahkan kemenangan ini kepada Bangsa Indonesia sebagai hadiah Hari Lahir Pancasila yang tepat di hari ini, 1 Juni," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan mengalahkan Brasil menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah FA7 Indonesia.
Ke depan, Raden Bambang berkomitmen untuk terus mengembangkan sepak bola tujuh pemain di seluruh pelosok negeri, dari Aceh hingga Papua. Menurutnya, olahraga ini memiliki potensi besar karena tidak membutuhkan fasilitas seluas sepak bola konvensional. "Kami akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk menunjukkan bakat terbaik mereka," tegasnya.
Prestasi ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan sepak bola mini di Indonesia. Dengan infrastruktur yang lebih sederhana, FA7 bisa menjadi alternatif bagi daerah-daerah yang kekurangan lapangan sepak bola standar. Pertanyaannya, mampukah prestasi ini dipertahankan dan ditingkatkan pada edisi mendatang?



