Leeds Siapkan Tawaran untuk Bintang Muda Cologne, Said El Mala
Baca dalam 60 detik
- Leeds United bergabung dalam perburuan winger Said El Mala setelah Brentford mengajukan tawaran £40 juta ke Cologne.
- El Mala, 19 tahun, mencetak 13 gol dan 5 assist di Bundesliga musim ini, mengungguli rekan setim potensial Noah Okafor.
- Kedatangan El Mala bisa menjadi jawaban Leeds atas kepergian Willy Gnonto dan kebutuhan akan pemain sayap yang konsisten.

Leeds United dikabarkan siap mengajukan tawaran untuk merekrut winger muda Cologne, Said El Mala, di tengah persaingan ketat dengan sejumlah klub Premier League. Langkah ini menjadi bagian dari strategi The Whites untuk memperkuat lini serang mereka musim panas ini, menyusul rencana perombakan skuad yang dicanangkan pelatih Daniel Farke.
Menurut laporan On The Minute, Leeds telah bergabung dalam perburuan pemain berusia 19 tahun tersebut setelah Brentford lebih dulu mengajukan tawaran senilai £40 juta. Selain kedua klub itu, Brighton, Chelsea, dan Newcastle juga dikabarkan memantau perkembangan El Mala. Persaingan ketat ini menunjukkan betapa tingginya nilai jual pemain Jerman itu di mata klub-klub Inggris.
El Mala mencuri perhatian setelah tampil impresif bersama Cologne di Bundesliga musim ini. Ia mencatatkan 13 gol dan 5 assist dalam jumlah penampilan yang sama—sebuah peningkatan signifikan dibandingkan rekan setim potensialnya di Leeds, Noah Okafor, yang mengoleksi 8 gol dan 3 assist dalam 34 pertandingan. Yang lebih menarik, El Mala dinilai lebih konsisten: periode terpanjang tanpa kontribusi gol hanya enam pertandingan, kontras dengan Okafor yang sempat tidak mencetak gol dalam 16 laga beruntun.
Analis dan reporter Bence Bocsak menjuluki El Mala sebagai pemain "tak terhentikan" dan "sangat eksplosif". Statistik dribelnya pun mengesankan: 2,02 dribel sukses per 90 menit di Bundesliga, menempatkannya di 3% teratas pemain dengan posisi serupa. Meski Okafor unggul tipis dalam hal dribel (2,24 per 90 menit), El Mala lebih efisien dalam menciptakan peluang, dengan 0,37 peluang emas per 90 menit berbanding 0,23 milik Okafor.
Leeds sendiri tengah bersiap menghadapi potensi kepergian Willy Gnonto dan Joel Piroe di bursa transfer musim panas. Selain itu, performa Dan James yang kurang konsisten membuat klub membutuhkan tambahan amunisi di lini depan. El Mala dinilai cocok untuk mengisi peran tersebut, terutama dengan kemampuannya yang sudah teruji di salah satu liga terbaik Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Leeds ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub Premier League kelas menengah berusaha bersaing dengan tim-tim besar melalui rekrutmen pemain muda potensial. Jika transfer ini terwujud, El Mala bisa menjadi contoh bagaimana pemain muda Jerman berkembang di Inggris, mirip dengan perjalanan Leroy Sane atau Kai Havertz.
Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Leeds mampu memenangkan persaingan melawan klub-klub yang lebih kaya dan memiliki daya tarik lebih besar? Dengan dana terbatas dan kebutuhan mendesak, keputusan manajemen Leeds dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah klub musim depan.



