Trio Flamengo Bawa Tradisi Uruguay ke Panggung Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Tiga pemain Uruguay dari Flamengo—De Arrascaeta, De la Cruz, dan Varela—bersiap membawa kekompakan klub ke Piala Dunia 2026.
- Persahabatan sejak level U-20 dan kebiasaan seperti barbekyu serta maté memperkuat ikatan mereka di Brasil.
- Uruguay tergabung di Grup H bersama Spanyol, Arab Saudi, dan Tanjung Verde; target utama adalah lolos ke fase gugur.
Jarak 2.500 kilometer antara Rio de Janeiro dan Montevideo tak menghalangi tiga bintang Uruguay di Flamengo untuk menciptakan rumah kedua di Brasil. Giorgian de Arrascaeta, Nicolas de la Cruz, dan Guillermo Varela kini bersiap membawa sinergi klub ke pentas FIFA World Cup 2026, dengan ambisi melampaui kegagalan di Qatar dua tahun lalu.
Ketiganya telah melalui perjalanan panjang bersama. De Arrascaeta dan Varela sudah saling kenal sejak menjadi runner-up Piala Dunia U-20 2013 di Turki, sementara De la Cruz bergabung kemudian di tim senior. Kedatangan Varela ke Flamengo pada paruh kedua 2022 menjadi titik awal terbentuknya trio ini, disusul De la Cruz yang direkrut dari River Plate setahun setelah Piala Dunia Qatar. “Hubungan ini sudah bertahun-tahun. Saya bertemu Arrasca di U-20, dan Nico di tim senior. Kini semakin kuat di Flamengo,” ujar Varela, mantan pemain Manchester United.
Di luar lapangan, mereka mempertahankan tradisi Uruguay: barbekyu, minum maté, dan bermain kartu truco. De la Cruz, yang termuda di usia 28 tahun, kerap menjadi juru masak andalan. “Kadang Nico juga membuat torta frita,” tambah De Arrascaeta. Kebiasaan ini menjadi perekat yang membuat mereka tetap terhubung dengan kampung halaman, sekaligus memperkuat chemistry di lapangan.
Koneksi Flamengo-Uruguay bukan sekadar basa-basi. Ketiganya telah memenangkan Copa Libertadores 2025 bersama, dan setiap gelar selalu dirayakan dengan foto bersama bendera Uruguay. “Memiliki rekan setim dari negara yang sama sangat penting untuk menjaga budaya,” kata De Arrascaeta, yang kini menjadi pemain dengan gelar terbanyak sepanjang sejarah Flamengo bersama Bruno Henrique.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah trio ini menjadi contoh bagaimana ikatan personal dapat meningkatkan performa tim. Di tengah dominasi pemain asing di liga-liga Eropa, sinergi ala Flamengo-Uruguay mengingatkan bahwa sepak bola tetap soal hubungan manusia. Indonesia, dengan banyaknya pemain diaspora di berbagai klub, bisa belajar dari model integrasi budaya seperti ini.
Menatap Piala Dunia 2026, Uruguay mengincar perbaikan setelah tersingkir di fase grup Qatar 2022. “Kami berharap kali ini berbeda dan bisa mencapai babak gugur,” kata De la Cruz. Varela, yang akan menjalani Piala Dunia ketiga sekaligus terakhirnya, menambahkan, “Saya akan menikmatinya semaksimal mungkin. Targetnya membawa Uruguay sejauh mungkin—meski berat, bukan mustahil.”
Dengan fondasi persahabatan yang kokoh dan pengalaman juara di level klub, trio Flamengo menjadi salah satu senjata rahasia La Celeste. Pertanyaannya, akankah kekompakan di luar lapangan cukup untuk menaklukkan raksasa seperti Spanyol di Grup H?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549685/original/044942600_1775627882-mf.jpg)

