Leo Scienza, Target Leeds yang Bisa Jadi 'Summerville' Baru
Baca dalam 60 detik
- Leeds United membidik winger Southampton, Leo Scienza, sebagai alternatif jika gagal memboyong Crysencio Summerville kembali ke Elland Road.
- Scienza, yang dibanderol £25 juta, memiliki profil dribel dan kreativitas mirip Summerville, dengan 21 peluang emas tercipta musim ini.
- Kedatangan pemain Brasil itu diharapkan menjadi solusi atas minimnya kreativitas Leeds di lini depan, yang hanya mencatat kurang dari 10 peluang emas per pemain di Premier League.

Leeds United tengah mempersiapkan diri menghadapi musim 2026/27 dengan berburu pemain baru di bursa transfer musim panas. Setelah sukses bertahan di Premier League pada musim debut mereka pasca-promosi, klub asuhan Daniel Farke kini berambisi untuk tidak hanya sekadar menghindari degradasi, melainkan menatap papan atas. Salah satu target yang mencuat adalah Leo Scienza, winger Southampton yang disebut-sebut menjadi alternatif jika rencana mendatangkan kembali Crysencio Summerville gagal terwujud.
Menurut laporan Football Insider, Scienza dikabarkan sangat antusias untuk bergabung dengan Leeds United. Pemain berusia 27 tahun itu ingin merasakan atmosfer Premier League setelah Southampton gagal promosi akibat skandal Spygate yang membuat mereka terdepak dari play-off. Leeds disebut sebagai salah satu klub yang serius memantau perkembangannya, bersama beberapa klub lain yang juga mengincar jasa pemain Brasil tersebut.
Scienza memiliki profil yang menarik bagi Leeds. Dengan tinggi badan yang tidak terlalu menjulang, ia mengandalkan kecepatan dan pusat gravitasi rendah untuk merepotkan pertahanan lawan—gaya bermain yang sangat mirip dengan Summerville saat masih berseragam Leeds. Meski tidak segarang Summerville dalam hal produktivitas gol—ia hanya mencetak tujuh gol dalam 39 pertandingan musim ini—Scienza unggul dalam hal kreativitas. Ia mencatatkan 21 peluang emas (big chances) bagi rekan setimnya di Championship, sebuah angka yang jauh di atas rata-rata pemain Leeds di Premier League musim lalu.
Kebutuhan Leeds akan sosok kreator di lini depan sudah menjadi rahasia umum. Musim lalu, tidak ada pemain Leeds yang mampu menciptakan lebih dari sembilan peluang emas atau memberikan lebih dari lima assist. Angka ini menunjukkan betapa mandulnya lini serang The Whites, yang sering kali mengandalkan momen individu untuk memenangkan pertandingan ketat. Scienza, yang oleh jurnalis Josh Bunting disebut sebagai "ancaman terbesar" Southampton, diyakini mampu mengisi kekosongan tersebut dengan kemampuan menggiring bola dan memberikan umpan silang akurat dari sisi kiri.
Meski belum teruji di Premier League, penampilan Scienza di Championship musim lalu cukup meyakinkan. Ia bahkan mampu melampaui ekspektasi gol (xG) yang dimilikinya, menandakan naluri mencetak gol yang tajam. Jika bermain di tim yang lebih kreatif seperti Leeds, bukan tidak mungkin ia akan meningkatkan produktivitas golnya. Farke, yang pernah sukses mengorbitkan Summerville, mungkin akan kembali menemukan 'berlian' baru dalam diri Scienza.
Bagi Leeds, mendatangkan Scienza bukan tanpa risiko. Namun, dengan banderol yang sama dengan harga jual Summerville dua tahun lalu, investasi ini terbilang masuk akal. Apalagi jika Leeds mampu menegosiasikan harga yang lebih rendah dari klausul rilis £25 juta. Pertanyaan besarnya: akankah Scienza mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League dan menjadi andalan baru di Elland Road? Ataukah ia hanya akan menjadi kilatan sesaat seperti beberapa pemain Championship lainnya yang gagal bersinar di papan atas?



