Promosi Mathew Baker ke Timnas Senior: Strategi PSSI Cegah Pembajakan Australia
Baca dalam 60 detik
- PSSI mempromosikan Mathew Baker ke tim senior untuk memperkuat ikatan emosional dan mencegahnya berganti kewarganegaraan ke Australia.
- Baker, yang semula diproyeksikan untuk Timnas U-19 di Piala AFF, kini masuk skuad FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik.
- Langkah ini dianggap sebagai terapi mental agar pemain keturunan Australia itu lebih percaya diri dan loyal pada Indonesia.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4879404/original/080684500_1719759318-20240630AA_Official_Training_Timnas_Indoneisa_Jelang_Semifinal_AFF_U16-02.JPG)
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengungkapkan bahwa promosi Mathew Baker ke Timnas Indonesia senior bukan sekadar rotasi pemain, melainkan langkah antisipatif agar pemain berdarah Australia itu tidak direkrut oleh negara asalnya. Keputusan ini diambil setelah pelatih John Herdman memasukkan nama Baker ke dalam skuad 23 pemain untuk FIFA Matchday Juni 2026.
Baker, yang lahir di Melbourne pada 13 Mei 2009, sebelumnya tidak masuk dalam daftar sementara 44 pemain yang dipersiapkan untuk laga uji coba. Ia justru diproyeksikan memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF U-19 2026 yang berlangsung di Medan dan Deli Serdang pada 1-13 Juni. Namun, perubahan mendadak ini menunjukkan adanya prioritas berbeda dari PSSI.
Menurut Sumardji, koordinasi dengan pelatih U-19 Nova Arianto sudah dilakukan. "Saya bilang, 'Lepas! Bagus sekali'," ujarnya menirukan respons Nova saat mengetahui Baker dipanggil tim senior. Sumardji menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari "terapi mental" agar Baker lebih percaya diri dan semakin loyal kepada Indonesia.
Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran PSSI terhadap fenomena pemain diaspora yang memilih membela negara lain. Baker, yang sudah membela Indonesia di level junior, dianggap aset berharga yang harus diikat sejak dini. Dengan memberikan kesempatan tampil di laga internasional senior, PSSI berharap ikatan emosional Baker dengan Garuda semakin kuat.
Di sisi lain, langkah ini juga berisiko mengganggu persiapan Timnas U-19 yang tengah bersiap menghadapi turnamen regional. Namun, Sumardji optimistis pengalaman di tim senior justru akan meningkatkan performa Baker saat kembali ke kelompok usia. "Kehadiran Matthew sangat kami dukung. Mentalnya akan lebih kuat dan dia akan jadi pemain top," ucapnya.
Bagi Indonesia, fenomena ini bukanlah yang pertama. Beberapa pemain keturunan sebelumnya sempat menjadi rebutan, dan PSSI kini lebih proaktif dengan mempromosikan mereka lebih awal. Pertanyaannya, apakah strategi ini cukup efektif untuk mempertahankan talenta muda di tengah gempuran tawaran dari negara lain?



