Lottie Woad: Pebalap Golf Inggris yang Siap Menggebrak US Open Wanita
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Inggris Lottie Woad, peringkat 5 dunia, akan debut profesional di US Open Wanita setelah kemenangan LPGA di Cincinnati.
- Dengan pelatih pribadi yang didatangkan khusus dari Inggris, Woad memilih fokus latihan ketimbang turnamen lain demi persiapan maksimal.
- Kemenangan keduanya sebagai profesional menegaskan potensi Woad menjadi juara major Inggris pertama sejak Alison Nicholas pada 1997.

Pegolf putri Inggris, Lottie Woad, datang ke US Open Wanita pekan ini dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah memenangkan gelar LPGA keduanya di Cincinnati bulan lalu. Di usia 22 tahun, ia menjadi sorotan utama di Riviera Country Club, Los Angeles, sebagai salah satu kandidat kuat peraih trofi major bergengsi tersebut.
Woad, yang kini menempati peringkat lima dunia, memutuskan untuk melewatkan turnamen Shoprite LPGA di New Jersey pekan lalu. Sebagai gantinya, ia mendatangkan pelatih lamanya, Luke Bone, dari Farnham, Surrey, Inggris, ke Florida untuk sesi latihan intensif. Keputusan ini diambilnya untuk memastikan kondisi puncak sebelum menghadapi tantangan US Open yang dikenal berat.
โKami hanya berlatih di Tallahassee. Ini semacam penyegaran,โ ujar Woad kepada BBC Sport. โBiasanya Luke datang ke major, tapi saya ingin mencoba kedatangannya seminggu sebelumnya. Saya masih mencari format yang paling cocok.โ
Kemenangan di Kroger Queen City Championship pada 17 Mei lalu menjadi bukti nyata konsistensi Woad. Ia mengalahkan pemain-pemain top seperti Haeran Ryu, Miyu Yamashita, dan Ruoning Yin. Bahkan, Nelly Korda yang tengah dalam performa terbaiknya hanya mampu finis di posisi kedelapan bersama Lydia Ko.
Menariknya, kunci sukses di Ohio justru ditemukan Woad sendiri. Setelah gagal lolos cut di Mizuho Americas Open karena masalah putting, ia memeriksa grip stiknya dan menemukan sedikit ketidakberesan. โGrip-nya sedikit miring. Setelah diganti, semuanya kembali normal,โ katanya.
Bagi Woad, kemenangan kedua ini terasa lebih berarti ketimbang yang pertama. โYang pertama di Skotlandia terjadi begitu cepat. Saya tidak punya waktu untuk merenung. Kini, setelah banyak bermain dan bepergian, saya lebih menghargai arti sebuah kemenangan,โ ungkapnya.
Meski masih hijau di dunia profesional, catatan Woad di major sebelumnya impresif. Sebagai amatir, ia finis ketiga di Evian Championship, kedelapan di AIG Women's Open, dan ketujuh di Chevron Championship. Prestasi ini menjadikannya harapan terbesar Inggris untuk menyamai sukses Laura Davies (1987) dan Alison Nicholas (1997).
Woad mengakui bahwa jadwal LPGA yang padat merupakan tantangan tersendiri. โPerjalanan adalah bagian terberat. Saya sudah dua kali ke Asia tahun ini, dan beberapa kali ke Pantai Barat. Tapi saya menikmatinya,โ katanya. Meski begitu, ia merasa santai dan percaya diri menjelang US Open. โSaya akan mencoba bermain di bawah radar. Sejauh ini saya bisa melakukannya,โ tambahnya.
Dengan persiapan matang dan momentum positif, Woad siap menjadi ancaman serius di Riviera. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengakhiri puasa gelar Inggris di US Open Wanita yang sudah berlangsung 28 tahun?



