Arsenal Incar Vinicius Junior, Bukayo Saka Terancam Tergusur?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan kubu Vinicius Junior di tengah performa menurun Bukayo Saka pada musim 2025/2026.
- Vinicius, yang disebut Thierry Henry sebagai pemain sayap kiri terbaik dunia, bisa menjadi pernyataan ambisi Arsenal setelah sukses merebut gelar Premier League.
- Persaingan memperebutkan pemain Brasil itu sangat ketat, dengan Manchester United, Manchester City, Liverpool, dan Chelsea juga ikut memantau situasinya.

Arsenal dikabarkan serius menjajaki kemungkinan mendatangkan bintang Real Madrid, Vinicius Junior, pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini muncul di tengah menurunnya konsistensi Bukayo Saka yang menjadi andalan di sisi sayap The Gunners sepanjang musim 2025/2026.
Meski Arsenal akhirnya mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun dan menembus final Liga Champions, performa Saka dinilai kurang memuaskan. Pemain akademi Hale End itu hanya mencatatkan 11 gol dan 7 assist di semua kompetisi—jauh dari standar yang ia tetapkan sendiri saat mencetak 20 gol pada musim sebelumnya. Cedera yang menghantuinya sepanjang musim disebut menjadi penyebab utama penurunan tersebut.
Manajer Mikel Arteta, dalam pernyataan usai kekalahan di Budapest akhir pekan lalu, mengisyaratkan ketidakpuasan terhadap beberapa keputusan transfer dan performa pemain. "Kami harus mengambil keputusan penting jika ingin mencapai level berikutnya. Ambisi adalah kuncinya," ujar pelatih asal Spanyol itu. Ambisi itulah yang kini coba diwujudkan dengan membidik pemain sekaliber Vinicius.
Menurut laporan TEAMtalk, Arsenal bukan satu-satunya klub Premier League yang mengincar pemain berusia 25 tahun itu. Setidaknya lima klub besar Inggris telah menjalin komunikasi dengan kubu Vinicius untuk memantau kemungkinan transfer dalam setahun ke depan. Real Madrid sendiri, melalui presiden Florentino Perez, tidak berniat menjual, namun situasi kontrak yang belum diperpanjang bisa memaksa mereka bernegosiasi.
Vinicius mendapat pujian tinggi dari legenda Arsenal, Thierry Henry, yang menyebutnya sebagai "pemain sayap kiri terbaik di dunia". Dengan kemampuan menggiring bola elite, progresivitas tinggi, dan naluri mencetak gol spektakuler, ia dianggap sebagai paket lengkap yang bisa mengubah daya gedor Arsenal. Kehadirannya juga akan menjadi pernyataan ambisi terbesar sejak era kepemilikan Kroenke.
Di sisi lain, Arsenal juga masih memburu Morgan Rogers dari Aston Villa yang dihargai sekitar £100 juta—menjadikan transfer Vinicius sebagai opsi yang lebih prestisius meski berbiaya tinggi. Gaji dan biaya transfer menjadi batu sandungan utama, namun dengan kesuksesan Arsenal musim ini, daya tarik untuk bergabung dinilai semakin besar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan Vinicius menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub top Eropa berlomba memperkuat skuad. Jika Arsenal berhasil, mereka tidak hanya mendapatkan pemain bintang, tetapi juga meningkatkan peluang meraih gelar Liga Champions perdana—sebuah prestasi yang belum pernah dicapai sepanjang sejarah klub. Pertanyaannya, akankah ambisi itu terbayar lunas, atau justru mengganggu harmoni yang sudah terbangun?



