OpenAI Tawarkan GPT-5.5 Cyber ke Bank Inggris, Saingan Anthr
Baca dalam 60 detik
- OpenAI telah menawarkan akses alat kecerdasan buatan (AI) keamanan siber bernama GPT-5.5 Cyber kepada sembilan bank besar di Inggris. Tawaran ini muncul setelah pesaing ketatnya, Anthropic, memblokir akses bank-bank tersebut terhadap alat serupa bernama Claude Mythos dalam tahap uji coba.
- Kedua alat ini dirancang untuk menemukan celah keamanan tersembunyi dalam sistem digital dan mampu mengungguli manusia dalam beberapa tugas peretasan dan keamanan siber. Mythos sempat menjadi perbincangan saat diumumkan pada April lalu, setelah Anthropic mengklaim alat itu menemukan kelemahan pada sistem lama yang telah tersembunyi selama hampir 30 tahun.
- Gubernur Bank Inggris, Andrew Bailey, pekan lalu mengatakan bank-bank Inggris masih belum bisa mengakses Mythos. Kekhawatiran juga muncul dari sejumlah menteri keuangan, bankir sentral, dan pemodal yang khawatir model tersebut dapat melemahkan keamanan seluruh sistem keuangan.

OpenAI telah menawarkan akses alat kecerdasan buatan (AI) keamanan siber bernama GPT-5.5 Cyber kepada sembilan bank besar di Inggris. Tawaran ini muncul setelah pesaing ketatnya, Anthropic, memblokir akses bank-bank tersebut terhadap alat serupa bernama Claude Mythos dalam tahap uji coba.
Kedua alat ini dirancang untuk menemukan celah keamanan tersembunyi dalam sistem digital dan mampu mengungguli manusia dalam beberapa tugas peretasan dan keamanan siber. Mythos sempat menjadi perbincangan saat diumumkan pada April lalu, setelah Anthropic mengklaim alat itu menemukan kelemahan pada sistem lama yang telah tersembunyi selama hampir 30 tahun.
Gubernur Bank Inggris, Andrew Bailey, pekan lalu mengatakan bank-bank Inggris masih belum bisa mengakses Mythos. Kekhawatiran juga muncul dari sejumlah menteri keuangan, bankir sentral, dan pemodal yang khawatir model tersebut dapat melemahkan keamanan seluruh sistem keuangan.
Lembaga Keamanan AI Inggris yang telah menguji kedua alat tersebut melaporkan bahwa Mythos dan GPT-5.5 Cyber mencapai "tingkat kinerja yang serupa" dalam tugas-tugas yang diberikan.
Mantan Kanselir Inggris George Osborne, yang kini menjadi eksekutif senior di OpenAI, mengatakan kepada BBC bahwa perusahaannya tidak ingin menyembunyikan alat tersebut. "Kami ingin memastikan bahwa kekuatan yang menegakkan ketertiban di demokrasi kita memiliki alat ini, dan kekuatan yang ingin mengganggu kita atau melakukan kejahatan, tidak memilikinya," ujarnya.
Bank-bank Inggris yang akan mendapatkan akses ke GPT-5.5 Cyber antara lain Lloyds Banking Group, HSBC, dan Nationwide. Sementara NatWest dan Santander sudah memiliki akses berdasarkan perjanjian yang ada. Menurut perwakilan perusahaan, Anthropic sedang berupaya memperluas akses ke Mythos, namun mereka meyakini kemampuan Mythos berada di atas GPT-5.5 Cyber sehingga diperlukan kehati-hatian lebih.
Profesor Alan Woodward, pakar keamanan siber dari Universitas Surrey, mengatakan alat-alat ini sangat berguna untuk menyisir jutaan baris kode dalam aplikasi perbankan. "Mereka bisa melakukan pekerjaan yang memakan waktu berminggu-minggu dalam hitungan menit โ tetapi mereka juga menghasilkan positif palsu, jadi Anda tetap membutuhkan manusia untuk memeriksa temuan mereka," katanya.
OpenAI telah membuka akses GPT-5.5 Cyber lebih luas, termasuk ke Uni Eropa, Jepang, dan Kanada. Kedua perusahaan mengenakan biaya untuk penggunaan, meskipun Anthropic telah menginvestasikan 100 juta dolar AS untuk uji coba Mythos.



