Undav dan Karl Bikin Nagelsmann Pusing: Siapa Starter Jerman di Piala Dunia 2026?
Baca dalam 60 detik
- Deniz Undav mencetak dua gol dan satu assist dalam kemenangan 4-0 Jerman atas Finlandia, memperkuat posisinya di lini depan.
- Lennart Karl, remaja 18 tahun Bayern Munich, tampil cemerlang di debut starter dengan assist dan kreativitas tinggi.
- Pelatih Julian Nagelsmann mengakui kedua pemain memberi dilema seleksi jelang Piala Dunia 2026, namun tetap waspada membebani Karl.

Dua penampilan gemilang Deniz Undav dan Lennart Karl dalam laga uji coba terakhir Jerman sebelum berangkat ke Amerika Serikat membuat pelatih Julian Nagelsmann dihadapkan pada pilihan sulit untuk menentukan komposisi tim utama di Piala Dunia 2026. Dalam kemenangan telak 4-0 atas Finlandia, Minggu lalu, kedua pemain menjadi pusat perhatian dengan kontribusi langsung terhadap gol.
Undav, penyerang VfB Stuttgart berusia 29 tahun, tampil impresif sebelum ditarik keluar pada menit ke-61 karena cedera ringan. Ia mencetak dua gol dan memberikan satu assist untuk gol Florian Wirtz. Catatan ini membuatnya mengoleksi delapan kontribusi gol (enam gol, dua assist) dalam delapan penampilan bersama tim nasional. Lebih mencengangkan, rata-rata ia terlibat dalam gol setiap 43 menit bermain. Nagelsmann memuji performa Undav, tetapi juga mengingatkan perlunya mengatur beban kerja sang striker yang jarang beristirahat bersama Stuttgart.
Sementara itu, Lennart Karl, pemain sayap muda Bayern Munich yang baru berusia 18 tahun, menjalani debut sebagai starter dengan gemilang. Ia menjadi motor serangan dari sisi kanan, memberikan assist untuk gol kedua Undav setelah melakukan lari dari tengah lapangan sendiri. Kecerdasannya dalam mengambil keputusan juga terlihat saat ia memilih tendangan sudut pendek yang berujung pada gol pembuka. Nagelsmann menyebut Karl sebagai "pemain jalanan" yang tidak boleh dipaksa masuk ke dalam struktur kaku agar kreativitasnya tetap mengalir.
Meski performa keduanya sulit diabaikan, Nagelsmann enggan memastikan tempat Karl di starting eleven. "Kami lihat dalam satu setengah pekan ke depan. Banyak hal terjadi padanya dalam beberapa bulan terakhir, dan memproses semua itu adalah tantangan terbesar di usianya," ujar pelatih berusia 38 tahun itu. Ia menambahkan bahwa Karl sudah melakukan banyak hal benar, tetapi masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan. Sikap hati-hati ini wajar mengingat Karl baru menembus tim utama Bayern musim ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan di lini depan Jerman ini menarik untuk diikuti. Dengan bakat seperti Undav yang produktif dan Karl yang eksplosif, Jerman memiliki opsi taktik yang variatif. Namun, tekanan mental pada pemain muda seperti Karl perlu dikelola agar tidak mengganggu perkembangannya. Nagelsmann tampaknya sadar akan hal itu dengan tidak langsung menjamin tempat Karl di tim inti.
Undav sendiri mengaku hanya mengalami cedera ringan dan optimis pulih tepat waktu. "Ini malam yang luar biasa. Tidak mungkin lebih baik dari ini. Saya sedikit kesakitan, tapi tidak serius โ sedikit perawatan dan saya akan baik-baik saja," katanya. Sementara Karl, yang mengaku merinding saat mendengar lagu kebangsaan, berjanji akan terus membawa kreativitas dan bakatnya ke dalam permainan.
Dengan performa seperti ini, Nagelsmann memiliki 'masalah' yang menyenangkan: terlalu banyak pemain tajam untuk dipilih. Pertanyaan besarnya, akankah ia berani memainkan Karl sejak menit pertama di Piala Dunia, atau lebih memilih pengalaman Undav yang sedang dalam performa terbaik?



