Arsenal Incar Marcus Rashford untuk Sempurnakan Sisi Kiri Serangan
Baca dalam 60 detik
- Arsenal telah membuka pembicaraan awal dengan Manchester United untuk merekrut Marcus Rashford, yang tengah dipinjamkan ke Barcelona.
- Rashford dianggap sebagai solusi ideal untuk mengatasi ketimpangan produktivitas di sisi kiri serangan Arsenal, yang selama ini terlalu bergantung pada Bukayo Saka.
- Dengan banderol sekitar £26 juta, Rashford bisa menjadi rekrutan bernilai tinggi jika Arsenal mampu mengatasi persaingan dari Tottenham dan Newcastle.

Arsenal dikabarkan telah memulai negosiasi awal dengan Manchester United untuk mendatangkan Marcus Rashford, pemain sayap yang tengah dipinjamkan ke Barcelona. Langkah ini menjadi bagian dari strategi The Gunners untuk memperkuat lini serang, khususnya di sisi kiri, yang musim lalu menjadi titik lemah meski mereka berhasil merebut gelar Premier League.
Menurut laporan dari media Spanyol, selain Arsenal, Tottenham Hotspur dan Newcastle United juga telah melakukan pendekatan awal untuk Rashford. Pemain berusia 28 tahun itu menghabiskan musim 2025/26 di Barcelona dengan status pinjaman, dan klub Catalan memiliki opsi pembelian senilai £26 juta. Namun, Barcelona masih ragu-ragu untuk mengaktifkan klausul tersebut setelah sebelumnya mengeluarkan dana besar untuk Anthony Gordon.
Ketergantungan Arsenal pada Bukayo Saka di sisi kanan semakin terlihat jelas musim lalu. Saka mencatatkan 11 gol dan 9 assist di semua kompetisi, namun produktivitas pemain sayap kiri seperti Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard jauh di bawah ekspektasi. Martinelli, meski menjadi topskor bersama klub dengan 11 gol, hanya satu di antaranya tercipta di Premier League. Trossard sempat mengalami paceklik gol selama 25 pertandingan sebelum akhirnya mencetak gol krusial melawan West Ham.
Analis sepak bola menilai bahwa Rashford, yang pernah disebut sebagai "salah satu pemain terbaik dunia" oleh Anthony Gordon, memiliki karakteristik yang mirip dengan Saka. Keduanya sama-sama unggul dalam membawa bola ke depan, dengan statistik progressive carries per 90 menit yang hampir identik: 4,70 untuk Rashford dan 4,77 untuk Saka. Kecepatan dan keberanian dalam menusuk pertahanan lawan menjadi senjata utama keduanya.
Meski demikian, ada keraguan mengenai konsistensi dan sikap Rashford di masa lalu. Namun, performanya bersama Barcelona musim lalu menunjukkan bahwa ia masih mampu tampil di level tertinggi. Dengan harga yang relatif murah, Rashford bisa menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk menambah daya gedor Arsenal, terutama jika mereka gagal mendapatkan target utama seperti Morgan Rogers yang dibanderol lebih dari £100 juta oleh Aston Villa.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League kerap menjadi sorotan utama, dan keberhasilan Arsenal mempertahankan gelar serta bersaing di Liga Champions akan bergantung pada keputusan mereka di bursa transfer. Jika Rashford bergabung, ia tidak hanya akan memperkuat tim, tetapi juga menambah daya tarik tayangan Premier League yang sudah sangat populer di Indonesia.
Ke depan, Arsenal harus memutuskan apakah akan mengeluarkan dana untuk Rashford atau tetap berburu pemain muda seperti Rogers. Dengan persaingan dari Tottenham dan Newcastle, keputusan harus segera diambil. Akankah Rashford menjadi rekrutan yang membawa Arsenal ke level berikutnya, atau justru menjadi risiko yang tidak perlu?



