CD Projekt Red Pilih Fokus pada Trilogi The Witcher, Expansion Dikorbankan
Baca dalam 60 detik
- CEO CD Projekt Red mengindikasikan The Witcher 4 dan dua sekuel berikutnya kemungkinan besar tidak akan mendapat konten tambahan besar.
- Jadwal ambisius tiga game dalam enam tahun membuat pengembangan expansion dinilai tidak realistis oleh pihak studio.
- Keputusan ini mengubah tradisi CD Projekt Red yang selama ini identik dengan DLC besar seperti Hearts of Stone dan Blood and Wine.

CD Projekt Red tampaknya siap mengorbankan salah satu ciri khasnya demi mengejar ambisi besar: tiga game The Witcher dalam enam tahun. Dalam panggilan dengan investor baru-baru ini, CEO Michał Nowakowski secara blak-blakan menyatakan bahwa timnya kemungkinan besar tidak akan merilis expansion untuk trilogi yang akan datang, termasuk The Witcher 4 yang diumumkan pada Desember 2024.
Pernyataan ini mengejutkan mengingat selama ini CD Projekt Red dikenal sebagai salah satu pengembang yang paling konsisten menghadirkan konten tambahan berkualitas tinggi. Dari Hearts of Stone hingga Blood and Wine untuk The Witcher 3, serta Phantom Liberty untuk Cyberpunk 2077, expansion selalu menjadi bagian integral dari strategi mereka. Namun, jadwal produksi yang padat tampaknya memaksa perubahan arah.
“Rencananya cukup ambisius. Secara spesifik, kami akan merilis tiga game Witcher dalam periode enam tahun. Akan sulit, sejujurnya, bagi kami untuk menambahkan expansion ke trilogi yang akan datang,” ujar Nowakowski dalam kesempatan tersebut. Ia menambahkan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan realitas sumber daya dan waktu yang tersedia.
Keputusan ini tentu menjadi dilema bagi para penggemar. Di satu sisi, janji tiga game utama dalam waktu singkat terdengar menggoda. Namun, ketiadaan expansion berarti pemain tidak akan mendapatkan cerita sampingan yang selama ini menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, expansion The Witcher 3 seperti Blood and Wine bahkan dianggap oleh banyak pemain sebagai salah satu konten terbaik yang pernah dibuat CD Projekt Red.
Dari sisi bisnis, langkah ini bisa dimaklumi. Mengembangkan expansion berkualitas membutuhkan tim besar dan waktu yang tidak sedikit. Jika CD Projekt Red ingin mempertahankan standar tinggi yang telah dibangun, memfokuskan seluruh sumber daya pada game utama mungkin merupakan pilihan paling rasional. Apalagi, persaingan di industri game semakin ketat, dan keterlambatan rilis bisa berakibat fatal.
Bagi gamer Indonesia, kabar ini mungkin terasa pahit. The Witcher 3 masih menjadi salah satu game paling populer di Tanah Air, baik di PC maupun konsol. Banyak pemain yang berharap The Witcher 4 akan mendapat perlakuan serupa. Namun, jika CD Projekt Red benar-benar konsisten dengan rencana ini, maka kita harus bersiap menikmati trilogi baru tanpa “bonus” cerita tambahan.
Pertanyaan besarnya: apakah CD Projekt Red mampu mempertahankan kualitas narasi dan dunia yang kaya tanpa expansion? Atau justru sebaliknya, dengan fokus penuh pada tiga game utama, mereka bisa menghadirkan pengalaman yang lebih padat dan memuaskan? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: peta jalan The Witcher sedang berubah drastis.



