Timnas Italia U-21 Dirombak: Venturino Mundur, Berti Masuk
Baca dalam 60 detik
- Roma menarik Lorenzo Venturino dari skuad Italia untuk laga uji coba Juni, digantikan gelandang Cesena Tommaso Berti.
- Pelatih interim Silvio Baldini, yang biasa menangani U-21, memanggil mayoritas pemain muda dengan hanya empat pemain berpengalaman di tim.
- Keputusan ini menandai era transisi sepak bola Italia pasca pengunduran diri Gattuso, Buffon, dan Gravina.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengumumkan penarikan Lorenzo Venturino dari skuad tim nasional untuk laga persahabatan Juni, membuka jalan bagi gelandang Cesena, Tommaso Berti, untuk bergabung. Keputusan ini diambil menyusul kesepakatan antara Roma dan FIGC yang tidak dijelaskan secara rinci, menandai perubahan personel di tengah persiapan menghadapi Luksemburg dan Yunani.
Italia dijadwalkan bertandang ke Luksemburg pada 3 Juni dan Yunani pada 7 Juni di bawah arahan pelatih interim Silvio Baldini. Baldini, yang sehari-hari menangani tim U-21, mengambil alih setelah Gennaro Gattuso, Gianluigi Buffon, dan Gabriele Gravina mengundurkan diri. Situasi ini memaksanya untuk merombak skuad dengan mengandalkan pemain-pemain yang ia kenal dari level junior.
Dari 24 pemain yang dipanggil, hanya empat yang pernah tampil di level senior: Gianluigi Donnarumma, Marco Palestra, Niccolo Pisilli, dan Pio Esposito. Langkah ini menunjukkan fokus Baldini pada regenerasi, meski harus menghadapi kritik mengenai kurangnya pengalaman di lini utama. Venturino, pemain berusia 19 tahun asal Roma, sebenarnya masuk dalam daftar awal, namun harus mundur karena alasan yang tidak disebutkan.
FIGC mengonfirmasi bahwa empat pemain tambahan telah berlatih di Coverciano sebelum pengumuman ini. Dua di antaranya, Dominic Vavassori dan Gabriele Guarino, kembali ke klub masing-masing, sementara Nicolo Fortini tetap bersama tim hingga 2 Juni. Berti, yang semula hanya menjadi pemain latihan, kini resmi masuk skuad utama. Langkah ini mencerminkan fleksibilitas Baldini dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini mengingatkan pada tantangan regenerasi yang dihadapi tim nasional Garuda. Sama seperti Italia yang harus merombak skuad setelah kepergian figur senior, Indonesia juga kerap menghadapi transisi kepelatihan dan pemain. Keputusan Baldini untuk memberi kesempatan pada pemain muda bisa menjadi contoh bagaimana membangun tim jangka panjang meski tekanan hasil langsung mengintai.
Daftar skuad Italia untuk laga ini didominasi pemain muda dari berbagai klub Eropa. Di posisi kiper, Donnarumma (Manchester City) menjadi yang paling berpengalaman, ditemani Giovanni Daffara (Avellino) dan Lorenzo Palmisani (Frosinone). Lini belakang diisi nama-nama seperti Honest Ahanor (Atalanta) dan Fabio Chiarodia (Borussia Mönchengladbach). Sementara di lini tengah, Berti bergabung dengan Matteo Dagasso (Venezia) dan Cher Ndour (Fiorentina). Lini depan diperkuat Francesco Camarda (Lecce) dan Pio Esposito (Inter).
Ke depannya, publik Italia akan mengamati apakah eksperimen Baldini ini mampu menghasilkan performa positif atau justru memperpanjang masa transisi. Dengan hanya dua laga uji coba, tekanan untuk meraih hasil baik tetap ada, namun prioritas jangka panjang tampaknya lebih pada pembentukan tim untuk masa depan.



