Jenazah Ryamizard Ryacudu Tiba di Rumah Duka, Ribuan Pelayat Doakan
Baca dalam 60 detik
- Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu meninggal di usia 76 tahun saat dirawat di RSPAD Gatot Subroto.
- Jenazah tiba di rumah duka Cikeas dengan peti dibalut bendera Merah Putih, diiringi doa dari keluarga dan pelayat.
- Ryamizard dikenal sebagai KSAD era Megawati dan Menhan era Jokowi, putra dari perwira tinggi TNI AD.

Jenazah mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tiba di rumah duka di Kompleks Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, pada Minggu sore, disambut oleh keluarga dan sejumlah pelayat yang langsung melantunkan doa. Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih menjadi simbol penghormatan terakhir bagi sosok yang pernah memimpin TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan.
Ryamizard mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.03 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif. Kepergian pria kelahiran Palembang, 21 April 1950, ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI dan pemerintah. Jenazah direncanakan dimakamkan setelah disemayamkan di rumah duka.
Karier militer Ryamizard terbilang gemilang. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada era Presiden Megawati Soekarnoputri. Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan periode 2014-2019. Jokowi saat itu menyebut Ryamizard sebagai sosok militer yang pemikir dan demokratis.
Ryamizard juga memiliki hubungan darah dengan elite nasional. Ia adalah menantu Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, sementara ayahnya, Mayjen TNI (Purn.) Musanif Ryacudu, merupakan perwira tinggi TNI AD yang dekat dengan Presiden Soekarno. Latar belakang ini membuat Ryamizard dikenal sebagai figur yang memahami dinamika politik dan militer secara mendalam.
Kepergian Ryamizard menjadi kehilangan bagi dunia pertahanan Indonesia. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun tetap mengedepankan dialog. Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Pertahanan fokus pada modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peningkatan kesejahteraan prajurit. Meski demikian, beberapa kebijakannya sempat menuai kritik dari kalangan pegiat HAM terkait pendekatan keamanan di Papua.
Hingga berita ini diturunkan, prosesi pemakaman masih menunggu jadwal dari pihak keluarga. Rencananya, jenazah akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan atau tempat pemakaman keluarga. Pertanyaan yang mengemuka: bagaimana warisan pemikiran Ryamizard tentang pertahanan akan dilanjutkan oleh generasi penerus TNI dan pemerintah?



