Son Heung-min Bungkam Kritik: Dua Gol Warnai Kemenangan Telak Korea Selatan
Baca dalam 60 detik
- Son Heung-min mencetak dua gol dalam kemenangan 5-0 Korea Selatan atas Trinidad dan Tobago pada laga uji coba Piala Dunia.
- Kapten Timnas Korea Selatan itu membungkam keraguan atas performanya setelah belum mencetak gol di MLS musim ini.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang Piala Dunia 2026, di mana Korea Selatan akan menghadapi tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko.
Son Heung-min menjawab keraguan tentang ketajamannya dengan dua gol yang membawa Korea Selatan menang telak 5-0 atas Trinidad dan Tobago dalam laga uji coba Piala Dunia di Provo, Utah, Sabtu (30/5) waktu setempat. Kapten timnas yang belum mencetak gol untuk Los Angeles FC di MLS musim ini itu membuka keunggulan pada menit ke-40 melalui penyelesaian jarak dekat, lalu menggandakan skor dari titik penalti tiga menit kemudian.
Kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad asuhan pelatih Hong Myung-bo setelah dua kekalahan beruntun pada Maret lalu dari Pantai Gading dan Austria. "Kepercayaan diri kami mungkin sempat rendah setelah dua kekalahan itu, dan kami akan berusaha membangun momentum ini," ujar Son usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa kemenangan 5-0 tidak boleh dianggap remeh, terlepas dari peringkat lawan.
Dua gol tersebut membawa total koleksi Son menjadi 56 gol internasional, hanya terpaut dua gol dari pencetak gol terbanyak sepanjang masa Korea Selatan, Cha Bum-kun. Namun, pemain berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa rekor individu bukan prioritasnya. "Lebih penting bagi saya bermain baik untuk tim, dan itu tidak selalu harus dengan mencetak gol. Berkorban untuk tim dan melakukan apa pun yang dibutuhkan tim adalah hal favorit saya," katanya.
Kemenangan ini juga menunjukkan kedalaman skuad Korea Selatan. Hwang Hee-chan menyumbang satu gol, sementara pemain pengganti Cho Gue-sung mencetak dua gol di babak kedua. Trinidad dan Tobago yang berada di peringkat jauh lebih rendah tidak mampu memberikan perlawanan berarti. Meski demikian, hasil ini tetap menjadi indikator positif bagi Korea Selatan yang akan menghadapi lawan-lawan berat di grup Piala Dunia.
Bagi Indonesia, performa Son dan Korea Selatan menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi dan mentalitas juara. Timnas Indonesia yang tengah mempersiapkan diri untuk berbagai turnamen regional dapat belajar dari cara Korea Selatan membangun kembali kepercayaan diri setelah hasil buruk. Selain itu, persaingan di Grup Piala Dunia 2026 yang melibatkan Meksiko sebagai tuan rumah bersama juga menarik untuk diamati, mengingat Indonesia memiliki hubungan sepak bola yang erat dengan negara-negara Asia Timur.
Korea Selatan dijadwalkan menghadapi El Salvador dalam laga uji coba terakhir sebelum turnamen dimulai. Pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026 akan melawan Republik Ceko di Guadalajara pada 11 Juni. Dengan performa apik Son dan dukungan lini depan yang tajam, Korea Selatan optimistis bisa melaju jauh di turnamen yang digelar di tiga negara tersebut.



