Drama Overtime: Bogor Hornbills Tembus Semifinal IBL untuk Pertama Kalinya
Baca dalam 60 detik
- Bogor Hornbills mengalahkan Kesatria Bengawan Solo 93-91 dalam overtime pada Game 3 playoff IBL, memastikan tiket semifinal perdana dalam sejarah klub.
- Travin Thibodeaux menjadi pahlawan dengan 38 poin, 17 rebound, dan enam assist, termasuk layup penyelamat di akhir kuarter keempat.
- Hornbills, yang belum pernah kalah dalam tiga pertandingan overtime musim ini, akan menghadapi Satria Muda Pertamina Bandung di semifinal.
.jpeg)
Bogor Hornbills akhirnya memecahkan rekor buruk mereka di Indonesian Basketball League (IBL) dengan menembus babak semifinal untuk pertama kalinya, setelah menaklukkan Kesatria Bengawan Solo dalam laga dramatis yang berlangsung hingga overtime, Sabtu (30/5) malam. Kemenangan 93-91 di Game 3 seri pertama playoff IBL GoPay 2026 ini sekaligus mengukuhkan status Hornbills sebagai tim yang tangguh dalam situasi tekanan tinggi.
Pertandingan yang digelar di kandang Hornbills, Bogor, nyaris berakhir pilu bagi tuan rumah. Sempat unggul di awal, Hornbills justru mengalami kemunduran drastis di kuarter keempat. Kesatria, yang tampil agresif, berhasil membalikkan keadaan dan memimpin hingga tujuh poin. Namun, semangat juang Hornbills tak pernah padam. Mereka berhasil memaksakan overtime setelah Travin Thibodeaux melakukan layup krusial di detik-detik akhir.
Ini menjadi overtime kedua bagi Hornbills dalam seri playoff ini, dan mereka memenangkan keduanya. Sepanjang musim reguler 2026, Hornbills tercatat tiga kali bermain overtime dan selalu keluar sebagai pemenang. Catatan sempurna ini menjadi modal berharga menjelang semifinal.
Di masa tambahan waktu, Hornbills langsung tancap gas. Tembakan tiga angka Kaleb Wesson dan jump shot Sevly Rondonuwu membawa Hornbills unggul lima poin. Kesatria yang kelelahan—sebagian besar pemain inti bermain lebih dari 30 menit—berusaha bangkit lewat Avan Seputra yang memperkecil jarak menjadi 89-91. Namun, kesalahan sendiri (turnover) membuat peluang Kesatria sirna. Puncaknya, Thibodeaux memastikan kemenangan dengan sebuah slam dunk yang mematikan.
"Saya tidak bisa berkata-kata, hanya bangga dengan tim ini. Kami tidak menyerah dengan situasi (di akhir kuarter keempat). Kami akan membuktikan bahwa kami bisa. Ini baru sampai semifinal, dan kami belum berhenti. Kami masih lapar," ujar Thibodeaux seusai pertandingan, menggambarkan determinasi tim.
Bagi Kesatria, kekalahan ini menjadi pahit. Untuk tiga musim berturut-turut, mereka gagal melewati putaran pertama playoff. Kentrell Barkley memimpin tim dengan 25 poin dan 14 rebound, diikuti Rayvonte Rice (24 poin, 6 rebound, 6 assist), Avan Seputra (12 poin), dan CJ Gettys (11 poin, 13 rebound). Namun, performa impresif individu tak cukup untuk membendung kebangkitan Hornbills.
Dengan hasil ini, Hornbills melaju ke semifinal dan akan berhadapan dengan Satria Muda Pertamina Bandung, salah satu tim terkuat di IBL. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Satria Muda memiliki pengalaman lebih di babak gugur. Namun, Hornbills datang dengan momentum positif dan kepercayaan diri tinggi setelah melewati ujian berat melawan Kesatria. Pertanyaan besarnya: mampukah Hornbills melanjutkan kejutan dan melangkah lebih jauh, atau justru Satria Muda yang akan menghentikan laju mereka?



