Dewa United Menang Lagi, Pelatih Justru Soroti Kerapuhan Ofensif
Baca dalam 60 detik
- Dewa United Banten menang 85-66 di Game 1 dan unggul 17 poin di babak pertama Game 2 playoff IBL 2026.
- Pelatih Agusti Julbe Bosch menilai serangan tim masih belum maksimal meski unggul jauh, terutama dalam kerja sama dan transisi.
- Kemenangan ini membawa Dewa United selangkah lagi ke semifinal, namun konsistensi ofensif menjadi pekerjaan rumah utama.

Dewa United Banten hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket semifinal IBL GoPay 2026 setelah tampil dominan di kandang sendiri, namun pelatih Agusti Julbe Bosch justru menyoroti kelemahan yang masih menganga di sektor penyerangan. Bermain di Dewa United Arena, Kamis (30/5/2026), tim asal Banten itu unggul 53-36 saat turun minum, memperlebar keunggulan agregat setelah kemenangan 85-66 di Tangerang dua hari sebelumnya.
Dominasi Dewa United terlihat sejak kuarter pertama. Mereka mencatatkan akurasi sempurna 100 persen untuk tembakan dua angka (8/8) dan 56 persen dari luar garis busur (5/9), menutup kuarter pertama dengan keunggulan 33-23. Namun, memasuki kuarter kedua, ritme ofensif tim mulai goyah. Serangan yang semula rapi berubah kacau, meski Tangerang Hawks gagal memanfaatkan momentum tersebut untuk memangkas defisit.
Bosch menilai penurunan performa di kuarter kedua bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Ia lebih menyoroti kurangnya kerja sama dalam skema ofensif yang membuat tim kesulitan melancarkan serangan cepat. βSaya pikir ini hanya normal dalam rotasi. Saya melihat para pemain harus lebih baik dalam offense. Jika tidak, mereka tidak bisa memanfaatkan fast-break. Mereka bermain bagus dengan menciptakan jarak 17 poin. Kami akan lebih baik lagi di babak kedua,β ujar pelatih asal Spanyol itu dalam wawancara jeda pertandingan.
Erick Ibrahim Junior menjadi motor serangan Dewa United di babak pertama dengan 10 poin, hasil dari empat tembakan sukses dari lima percobaan. Pemain lain juga menunjukkan kontribusi, namun Bosch menekankan bahwa efisiensi ofensif secara tim masih perlu ditingkatkan, terutama dalam memanfaatkan peluang transisi. Catatan di kuarter kedua menjadi alarm bahwa dominasi tidak boleh membuat pemain lengah.
Bagi Dewa United, kemenangan ini bukan sekadar langkah menuju semifinal, melainkan juga ujian konsistensi. Jika mampu menyapu bersih seri ini, mereka akan menjadi salah satu tim pertama yang melaju ke babak empat besar. Namun, jika Hawks bangkit di sisa pertandingan, tekanan akan kembali ke pundak Dewa United. Pertanyaannya, mampukah Arki Dikania Wisnu dan kolega memperbaiki koordinasi ofensif sebelum menghadapi lawan yang lebih tangguh di semifinal?



