Jokowi Heran Lagu "Mas Bahlil Ganteng" Ramai di Depan Rumahnya, Bahlil Pun Penasaran
Baca dalam 60 detik
- Mantan Presiden Jokowi mengaku kaget saat anak muda bernyanyi dan joget lagu viral 'Mas Bahlil Ganteng' di depan kediamannya di Solo.
- Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menanggapi dengan memuji kreativitas netizen, namun mengingatkan agar konten tidak mengandung unsur SARA.
- Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial dan lagu viral dapat menjadi alat ekspresi politik yang unik di era digital.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5295403/original/044907900_1753440302-1000090990.jpg)
Fenomena lagu "My Little Bolu Ketan" yang mempopulerkan julukan "Mas Bahlil Ganteng" (MBG) tak hanya menggema di dunia maya, tetapi juga sampai ke halaman rumah mantan Presiden Joko Widodo di Solo. Dalam unggahan Instagram pribadinya, Jokowi mengaku sempat terkejut melihat sekelompok anak muda bernyanyi dan berjoget di depan kediamannya di Gang Kutai Utara, Solo, Sabtu (30/5/2026).
"Rupanya lagu Pak Bahlil sudah sampai ke halaman rumah. Awalnya saya kira ada apa di depan rumah saya. Ternyata anak-anak muda lagi semangat joget, Mas Bahlil ganteng!" tulis Jokowi dalam akun @jokowi. Ia menambahkan bahwa kreativitas generasi muda dalam mengekspresikan kegembiraan patut diapresiasi. "Semangat dan kreativitasnya patut diapresiasi. Salam dari Solo," pungkasnya.
Lagu yang awalnya merupakan plesetan dari lagu anak-anak "My Little Bolu Ketan" ini mendadak viral setelah liriknya diubah menjadi pujian untuk Menteri Investasi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Tidak hanya Jokowi yang terhibur, Bahlil sendiri mengaku penasaran dengan pencipta lagu tersebut. Dalam video yang diunggah Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, Bahlil menyatakan keinginannya untuk bertemu langsung dengan kreator lagu tersebut.
"Saya minta tolong untuk mengundang kalau yang bersangkutan berkenan. Saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan karena penasaran juga saya," ujar Bahlil dalam akun Instagram Raffi Ahmad, Sabtu (30/5/2026). Ia menilai lirik lagu itu lahir secara alami dan menghargai kreativitas netizen. Namun, Bahlil juga mengingatkan agar kreativitas tidak melanggar batas, terutama yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Di era demokrasi, media sosial itu penting, namun harus digunakan secara terukur. Jangan sampai masuk ke SARA karena itu akan memicu soliditas kita sesama anak bangsa. Kreativitas harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar," tegas Bahlil. Ia juga menambahkan bahwa menjadi pejabat publik berarti harus siap menerima kritik dan masukan, termasuk yang disampaikan melalui lagu.
Fenomena ini menarik perhatian publik karena menunjukkan bagaimana media sosial dan budaya populer bisa menjadi medium ekspresi politik yang unik. Di Indonesia, tren serupa pernah terjadi dengan lagu "Ojo Dibandingke" yang sempat viral dan dikaitkan dengan tokoh politik. Namun, respons positif dari tokoh yang menjadi subjek lagu, seperti Bahlil, tergolong langka. Biasanya, pejabat cenderung bereaksi defensif terhadap konten yang dianggap melecehkan atau tidak sopan.
Langkah Bahlil yang justru ingin bertemu dengan kreator lagu dinilai sebagai strategi komunikasi politik yang cerdas. Dengan merangkul kreativitas anak muda, ia bisa membangun citra positif di kalangan generasi milenial dan Gen Z, yang merupakan basis pemilih potensial. Di sisi lain, Jokowi yang ikut menanggapi fenomena ini menunjukkan bahwa ia masih memiliki pengaruh dan perhatian terhadap dinamika sosial di masyarakat.
Ke depan, pertemuan antara Bahlil dan pencipta lagu "Mas Bahlil Ganteng" akan menjadi momen yang dinantikan. Apakah pertemuan itu akan menghasilkan kolaborasi atau sekadar obrolan santai? Yang jelas, fenomena ini sekali lagi membuktikan bahwa di era digital, siapa pun bisa menjadi terkenalโbahkan hanya dengan sebuah lagu iseng.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7594046/original/008081400_1780376916-WhatsApp_Image_2026-06-02_at_11.37.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7513600/original/077726100_1780285828-Megawati_Gandeng_Prabowo.jpeg)