Keajaiban Newcastle: Bangkit dari Defisit 25 Poin, Hancurkan Sale Sharks
Baca dalam 60 detik
- Newcastle Falcons membalikkan defisit 35-10 menjadi kemenangan 42-35 atas Sale Sharks dalam laga Premiership Rugby.
- Kemenangan ini menjadi yang kedua musim ini bagi Newcastle dan pertama sejak 2 Januari, sekaligus comeback terbesar dalam sejarah klub.
- Hasil ini membuat peluang Sale lolos ke Champions Cup masih terbuka, namun posisi mereka terancam oleh Gloucester.

Newcastle Falcons mencatatkan salah satu kebangkitan paling dramatis dalam sejarah Premiership Rugby, Minggu (12/5), dengan membalikkan defisit 25 poin menjadi kemenangan 42-35 atas Sale Sharks di Kingston Park. Alex Hearle menjadi pahlawan dengan trigol di babak kedua, termasuk percobaan penentu pada detik-detik akhir pertandingan.
Sale Sharks, yang membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi ketujuh dan tiket ke Champions Cup musim depan, tampil dominan di babak pertama. Mereka unggul 35-10 saat turun minum berkat permainan cepat dan penyelesaian klinis. Namun, Newcastle yang selama ini menjadi juru kunci klasemen menunjukkan perlawanan sengit setelah jeda.
Pelatih interim Newcastle, Stephen Jones, memuji mentalitas timnya. "Secara defensif kami memberi mereka terlalu banyak waktu dengan bola, dan kami memperbaikinya di babak kedua. Para pemain berani bertahan dan terus berjuang," ujarnya kepada BBC Radio Newcastle. "Mentalitas dan keberanian mereka untuk terus mencoba, bahkan dari jarak 70 meter dari garis akhir, sungguh luar biasa."
Pertandingan dimulai dengan cepat ketika Tom Roebuck mencetak percobaan untuk Sale hanya dalam waktu 61 detik. Sale terus menekan dan mencetak lima percobaan di babak pertama melalui Roebuck, Seb Kelly, Sam O'Flaherty, Joe Carpenter, dan Alfie Longstaff. Newcastle sempat memperkecil ketertinggalan melalui Tom Christie dan Amanaki Mafi, tetapi Sale tetap unggul jauh.
Memasuki babak kedua, Newcastle mengubah pendekatan defensif mereka. Hearle memulai kebangkitan dengan percobaan pada menit ke-47, disusul Freddie Lockwood dan Christie yang kembali mencetak skor. Sale sempat memperlebar jarak melalui Arron Reed, tetapi Newcastle tidak menyerah. Pada menit ke-72, Hearle mencetak percobaan keduanya untuk memperkecil defisit menjadi empat poin.
Dengan waktu normal habis, Newcastle melancarkan serangan dari garis 22 meter mereka sendiri. Hearle menerima umpan pendek di tengah lapangan dan berlari tanpa halangan ke garis akhir, memicu euforia di Kingston Park. Kemenangan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah kebangkitan Newcastle di Premiership.
Bagi Sale, kekalahan ini menunda kepastian lolos ke Champions Cup. Mereka masih unggul empat poin atas Gloucester, tetapi harus menghadapi Bristol di laga terakhir. Sementara Newcastle, yang telah lama terpuruk di dasar klasemen, mendapatkan suntikan moral menjelang akhir musim.
Pertanyaan kini muncul: mampukah Newcastle mempertahankan performa ini untuk mengakhiri musim dengan catatan positif, atau justru Sale yang akan bangkit kembali dan mengamankan tiket Eropa? Jawabannya akan terjawab dalam pekan pamungkas Premiership.



