Ohtani Tampil Gemilang meski Dodgers Takluk dari Diamondbacks
Baca dalam 60 detik
- Shohei Ohtani mencatat tiga pukulan dalam empat kesempatan dan mencetak satu run untuk Dodgers dalam kekalahan 4-1 dari Diamondbacks.
- Pemain dua arah asal Jepang itu menunjukkan konsistensi di plate dengan double dan single, namun bullpen Dodgers kebobolan tiga home run.
- Ohtani dijadwalkan menjadi designated hitter pada start pitching Rabu, menambah beban ganda di tengah jadwal padat MLB.

Shohei Ohtani kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemukul elit meskipun Los Angeles Dodgers harus menelan kekalahan 4-1 dari Arizona Diamondbacks pada laga pembuka seri empat pertandingan di Chase Field, Phoenix, Senin (2/6) waktu setempat. Bintang dua arah asal Jepang itu mencatatkan tiga pukulan dari empat kali kesempatan memukul, termasuk satu double, serta mencetak satu-satunya run bagi timnya.
Ohtani mengawali pertandingan dengan ground out pada inning pertama, namun bangkit dengan double tajam ke tengah lapangan pada inning ketiga. Ia kemudian mencetak angka setelah Freddie Freeman melakukan ground out, memberi Dodgers keunggulan 1-0. Ini merupakan outing tiga pukulan kelima Ohtani musim ini, menegaskan konsistensinya di plate meski baru kembali dari jadwal istirahat saat ia bertugas sebagai pitcher.
Namun, keunggulan tipis itu tak bertahan lama. Diamondbacks membalas dengan tiga home run: solo homer pada inning keenam dan ketujuh, serta two-run blast pada inning kedelapan. Bullpen Dodgers yang biasanya tangguh kali ini goyah, membiarkan Arizona membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan. Kekalahan ini menjadi catatan tersendiri bagi Dodgers yang tengah bersaing ketat di puncak klasemen Divisi Barat Liga Nasional.
Manajer Dodgers Dave Roberts mengonfirmasi bahwa Ohtani akan kembali berperan sebagai designated hitter saat ia naik ke gunduk pada start yang dijadwalkan Rabu di Phoenix. Keputusan ini diambil untuk mengelola beban kerja Ohtani yang baru kembali dari jadwal istirahat pukulan selama beberapa start pitching. Sejak kembali, Ohtani telah mencetak home run pembuka di dua pertandingan beruntun, menunjukkan bahwa ia tetap produktif meski menjalani peran ganda.
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, performa Ohtani selalu menjadi tontonan menarik karena ia mewakili fenomena langka pemain dua arah di era modern. Kesuksesannya di MLB juga menginspirasi banyak atlet muda Asia untuk mengejar karier di liga utama Amerika. Namun, kekalahan ini mengingatkan bahwa Dodgers masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga konsistensi bullpen dan produksi run di momen kritis.
Ke depan, fokus akan tertuju pada start Ohtani pada hari Rabu. Akankah ia mampu menggabungkan performa memukul yang impresif dengan penampilan pitching yang solid? Atau beban ganda mulai mempengaruhi konsistensinya? Pertandingan melawan Diamondbacks akan menjadi ujian nyata bagi manajemen Dodgers dalam mengelola aset paling berharga mereka.



