Persik Kediri Siapkan Direktur Olahraga Baru, Arthur Irawan Bungkam soal Nama Kandidat
Baca dalam 60 detik
- Persik Kediri akan mengangkat seorang direktur olahraga profesional untuk pertama kalinya sejak Arthur Irawan mengambil alih saham mayoritas klub pada 2022/2023.
- Arthur Irawan merahasiakan identitas kandidat demi menghormati tim teknis yang masih bertugas, namun memastikan figur tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.
- Direktur olahraga baru akan bertanggung jawab penuh menentukan pelatih, staf, serta komposisi pemain menyusul kepergian kiper utama Leo Navacchio.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3038644/original/026951000_1580553135-Persik_Kediri.jpg)
Persik Kediri berencana merekrut seorang direktur olahraga untuk pertama kalinya di bawah kepemilikan Arthur Irawan, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya serius klub berjuluk Macan Putih itu untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2026/2027. Namun, hingga kini nama kandidat masih dirahasiakan.
Arthur Irawan, yang mengakuisisi saham mayoritas Persik pada paruh kedua musim 2022/2023, mengungkapkan bahwa posisi direktur olahraga merupakan bagian dari transformasi manajemen klub menuju profesionalisme. “Untuk mengelola tim ini lebih profesional, musim depan secara teknis kita bakal ada sport director baru. Menurut saya, sports director merupakan posisi strategis untuk langkah Persik bisa berprestasi,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi klub.
Meski rencana tersebut sudah matang, Arthur Irawan enggan membuka identitas kandidat. “Rencana itu sedang dimatangkan. Tapi sekarang saya belum bisa ngomong. Yang pasti kita sudah punya namanya. Nanti saya pasti umumkan. Karena saya harus menghormati tim teknis saat ini,” jelasnya. Langkah ini menunjukkan kehati-hatian manajemen dalam menjaga stabilitas internal sebelum pengumuman resmi.
Direktur olahraga yang akan ditunjuk nantinya memiliki kewenangan penuh dalam menentukan pelatih dan staf kepelatihan, serta memutuskan perpanjangan kontrak pemain lama dan rekrutmen pemain baru. “Kalau sudah resmi, dia yang bakal mengevaluasi dan memutuskan seperti apa skuat Persik musim depan. Siapa pelatihnya dan stafnya. Siapa pemain lama yang bertahan dan siapa yang akan didatangkan,” tambah Arthur.
Kepergian kiper utama Leo Navacchio menjadi salah satu pekerjaan rumah yang mendesak. Kiper asal Brasil berusia 33 tahun itu memutuskan tidak memperpanjang kontrak setelah dua musim membela Persik. Dalam unggahan Instagram pribadinya, Leo menyampaikan perpisahan yang emosional. “Sudah tiba waktunya bagi saya untuk mengucapkan perpisahan dengan klub ini yang akan selalu terkenang dalam ingatan saya. Saya tinggalkan di sini rasa kasih, terima kasih, dan rasa hormat saya,” tulisnya.
Selama dua musim, Leo Navacchio tampil dalam 56 pertandingan dengan catatan kebobolan 84 gol dan 13 kali clean sheet. Performanya menurun drastis pada musim kedua, di mana ia kebobolan 49 gol dan hanya mencatat tiga clean sheet. Kekalahan 0-5 dari Persebaya pada laga terakhir musim 2025/2026 menjadi penutup yang pahit bagi kariernya di Persik. “Performa tahun kedua Leo menurun. Faktor keroposnya lini pertahanan jadi penyebab gawangnya mudah dirobek lawan,” demikian analisis internal klub.
Langkah Persik menghadirkan direktur olahraga sejalan dengan tren klub-klub Liga 1 yang mulai mengadopsi struktur manajemen modern. Dengan figur yang kompeten, diharapkan Persik tidak hanya memperkuat tim secara teknis, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang. Pertanyaan besarnya, mampukah direktur olahraga anyar membawa Macan Putih keluar dari papan tengah dan bersaing di puncak klasemen?



