Chelsea Timpa Arsenal, Siapkan Penerus Garnacho dengan Bintang Muda Bosnia
Baca dalam 60 detik
- Chelsea memecahkan rekor transfer pemain Inggris dengan merekrut Morgan Rogers dari Aston Villa senilai £117 juta sebagai pengganti Alejandro Garnacho.
- Klub London Barat itu mengajukan tawaran €40 juta untuk winger Bosnia Kerim Alajbegovic, yang tampil impresif di RB Salzburg dan Piala Dunia.
- Kedatangan Alajbegovic diharapkan memberi kedalaman skuat di sisi kiri, dengan Xabi Alonso yang tidak ragu menepis pemain underperform.

Setelah memecahkan rekor transfer pemain Inggris dengan mendatangkan Morgan Rogers, Chelsea tidak berhenti di situ. Klub London Barat itu dikabarkan telah mengajukan tawaran €40 juta (£34 juta) untuk merekrut Kerim Alajbegovic, winger muda Bosnia yang sedang naik daun.
Rogers, 23 tahun, resmi bergabung dari Aston Villa dengan nilai £117 juta—menjadikannya pemain asal Inggris termahal sepanjang sejarah. Manajer Xabi Alonso menilai Rogers sebagai peningkatan signifikan dibandingkan Alejandro Garnacho, pemain Argentina yang hanya bertahan satu musim di Stamford Bridge. Garnacho kini dipinjamkan ke Aston Villa dengan opsi pembelian permanen, membuka jalan bagi perombakan lini serang Chelsea.
Alajbegovic, yang baru berusia 18 tahun, menjadi target berikutnya. Menurut laporan BILD, Chelsea telah menyiapkan dana €40 juta untuk memboyong pemain yang semusim lalu dipinjamkan ke RB Salzburg di Austria. Selama 22 pertandingan sebagai starter, ia mencetak sembilan gol dan tiga assist—catatan impresif untuk pemain seusianya. Tampil percaya diri di Piala Dunia 2026, Alajbegovic menunjukkan kemampuan dribel dan duel yang memikat.
Meski Juventus juga mengincar pemain kelahiran 2007 itu, Chelsea optimistis karena hubungan Alonso dengan Bayer Leverkusen—klub pemilik Alajbegovic. Alonso pernah menangani Leverkusen sebelum pindah ke Chelsea, faktor yang diyakini bisa memuluskan negosiasi. Di sisi lain, Alajbegovic diproyeksikan sebagai pelapis Rogers di sayap kiri, bukan pengganti langsung. “Dia akan senang menjadi pemain kedua,” demikian analisis media Inggris, berbeda dengan Garnacho yang sulit menerima peran cadangan.
Kebijakan Chelsea di bawah Alonso jelas: tidak ada waktu untuk memanjakan pemain yang kurang perform. Garnacho, yang datang dari Manchester United dengan label pemain sayap eksplosif, gagal memenuhi ekspektasi. Rogers, dengan fisik lebih kuat dan naluri mencetak gol lebih tajam, langsung diplot sebagai starter. Sementara di sisi kanan, Pedro Neto tetap menjadi pilihan utama, membuat kedalaman skuat di sayap kiri menjadi prioritas.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, pergerakan Chelsea ini menarik diamati. Klub berjuluk The Blues itu memiliki basis suporter yang besar di Tanah Air, dan setiap rekrutan baru selalu menjadi perbincangan hangat. Apalagi, Alajbegovic masih sangat muda dan berpotensi menjadi bintang—sesuatu yang disukai pasar Asia. Selain itu, nilai transfer yang mencapai triliunan rupiah mengingatkan betapa jauhnya kesenjangan finansial antara liga Eropa dan Indonesia. Namun, tren ini juga membuka peluang bagi pemain Asia untuk merambah Eropa, meski belum ada nama Indonesia yang menembus level tersebut.
Dengan Rogers dan potensi Alajbegovic, Alonso meramu skuat yang dinilai mampu mengejar gelar Liga Premier. Pertanyaan besarnya: bisakah kombinasi pemain muda dan pengalaman bersaing dengan Arsenal yang musim lalu juara? “Kami sedang membangun sesuatu yang istimewa,” klaim sumber internal klub. Namun, persaingan ketat dan jadwal padat menuntut kedalaman—itulah mengapa Alajbegovic menjadi target logis.



